Sumatra barat – pphe cyber news – Pelaku terguga teroris yang serang markas Polres Dharmasraya, Minggu (12/11) pukul 02.45 WIB berhasil di ungkap Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar). Kedua pelaku tersebut, tewas setelah melakukan perlawanan ketika hendak diamankan pihak kepolisian setempat.

Dua Teroris Pembakaran Polres Dharmasraya Ternyata Warga Jambi

Dua Teroris Pembakaran Polres Dharmasraya Ternyata Warga Jambi

Kapolda Sumbar  Irjen Pol. Fakhrizal, mengatakan bahwa kedua terduga pelaku tersebut merupakan warga dari Provinsi Jambi.

“Untuk identitas kedua pelaku sudah kita dapatkan. Sekarang kita sedang menelusuri ke pihak keluarga,” ungkapnya di Padang, Minggu (12/11).

Lanjut Kapolda, Adapun identitas Kedua terduga teroris tersebut adalah, yang pertama bernama Eka Fitria Akbar (24), dengan alamat Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi.

Kemudian, terduga kedua bernama Engria Sudarmadi (25), dengam Alamat Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi.

“Kedua jenazah ini sedang kita kirim ke Padang dari Dharmasraya, lalu akan di identifikasi di RS Bhayangkara Padang,” jelasnya lagi.

Kapolda juga menyebut, kedua terduga tersebut memang terindikasi berkaitan dengan jaringan teroris, dan untuk saat ini hanya baru didapatkan nama serta alamat, sementara untuk keseharian terduga belum diketahui.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Densus 88 dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) untuk mendampingi yang bersangkutan,” pungkasnya.

Kronologis Pembakaran Mapolres Dharmasara yang di Lakukan Terduga Teroris.

  1. Personel Piket SPK melihat gumpalan asap yang tebal dan langsung mencoba untuk memadamkan api sambil mencari pertolongan.
  2. Pukul 03.00 WIB , dua unit Mobil Pemadam Kebakaran tiba di Mako Polres Dharmasraya untuk memadamkan Api yang masih berkobar di Gedung Polres Dharmasraya.
  3. Salah satu Petugas Pemadam Kebakaran melihat dua orang dengan pakaian hitam memegang busur panah. Personil Polres Dharmasraya langsung mengepung orang yang dicurigai tersebut.
  4. Namun orang tersebut melakukan perlawanan dengan melepaskan beberapa busur panah ke arah petugas. Petugas sempat memberikan peringatan, namun tak digubris.
  1. Akhirnya petugas terpaksa menembak orang yang diduga melakukan pembakaran tersebut. Akibatnya, keduanya tewas.

Dari dua orang pemanah itu, polisi menyita barang bukti berupa :

– 1 Busur Panah

– 8 Buah Anak Panah

– 2 buah Sangkur

– 1 Bilah Pisau Kecil

– 1 bh Sarung tangan warna hitam

– 1 lembar kertas yang bertuliskan Pesan Jihad dari “Saudara Kalian Abu ‘Azzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat konfirmasi dari Kapolres Dharmasraya dan Mapolda Sumbar.

» Dipublikasikan : November 13th, 2017 under Nasional, Sumatera Terkini, Tragedi Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan