Medan, pphe Cyber News – PN Medan kembali menggelar sidang Ratih Palona ratu ekstasi terkait kepemilikan 550 butir Ekstasi di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Medan Rabu (25/2/2015). Dalam sidang hari ini diagendakan pembacaan tuntutan oleh JPU Maria Magdalena.

Saat JPU membacakan tuntutannya Ratih Palona terlihat menangis terisak isak. Dalam tuntutannya JPU meminta Majelis hakim yang diketuai oleh Indra Cahya SH menghukum Ratih Palona dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda sebesar Rp 800 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Magdalena dalam tuntutannya menyatakan bahwa berdasarkan bukti dan keterangan saksi saksi dipersidangan terdakwa bersalah telah melanggar pasal 112 ayat 2 UU 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika.

Kasus Narkotika yang melibatkan Ratih Palona terbilang unik, sebab

Ratih Palona Ratu Ekstasi  Menangis Saat JPU Menuntut 13 Tahun Penjara

Ratih Palona Ratu Ekstasi Menangis Saat JPU Menuntut 13 Tahun Penjara

sebelumnya Ratih Palona pernah ditangkap sekira bulan November 2013 bersama ayahnya Tambi dan 3 rekannya atas tuduhan memproduksi Narkotika jenis ekstasi . Namun saat itu Ratih lolos dari jeratan hukum.

Kanit I Satnarkoba Polresta Medan , Jamak Purba saat dikomfirmasi pphe cybernews beberapa waktu yang lalu membenarkan bahwa Ratih pernah ditangkap sekira bulan November 2013, Namun saat itu Ratih dilepas karena tidak terbukti turut serta dalam memproduksi sabu sabu.
“sejak itu Ratih jadi target kita” ujar Jamak.
Ratih Palona kemudian berhasil diringkus kembali oleh Sat narkoba Polresta Medan sekira Tanggal 20 Oktober 2014 atas kepemilikan Ekstasi sebanyak 550 butir Ekstasi.

Sidang sebelumnya keterangan terdakwa, Ratih mengakui bahwa ektasi tersebut diperolehnya dari A Kau yang baru dikenalnya. Ekstasi tersebut dibungkus di dalam plastik dan diserahkan kepadanya di jalan. “Saya lupa jalan apa, itu diserahkan ke saya, katanya dititipkan ke saya, nanti diambilnya, lalu saya serahkan uang Rp 40 juta sekian,” katanya.

Pertemuannya dengan A Kau, menurutnya yang pertama kali karena dia tidak pernah mengenaln sebelumnya. Begitupun, dirinya tidak bisa lagi menghubungi A Kau setelah itu. “Waktu itu dia menawarkan kepada saya untuk bekerja, menjual obat, itu waktu ditelfon, 2 atau 3 hari sebelum ketemu,” katanya.

Mendengar hal tersebut, Ketua Majelis Hakim, Indra Cahya kemudian bertanya perihal awal mula dirinya berkenalan dengan A Kau yang dijawab Ratih bahwa dirinya dikenalkan oleh temannya dan tidak pernah berhubungan sama sekali sebelum itu. “Kamu ini bagaimana, kok berani kali kamu dengan orang yang baru kamu kenal langsung mau menyerahkan uang Rp 40 jutaan untuk barang yang kamun sendiri sudah tau dilarang, dan itu pun di keramaian, apa kamu tak tau akibatnya, kamu pasti sudah tau di tivi-tivi itu orang bawa barang begini ini apa hukumannya,” katanya.

Kemudian Ratih menjelaskan, bahwa saat penggeledahan di rumahnya tersebut, dirinya sudah pasrah saja karena tidak bisa berbuat apa-apa. Barang tersebut, menurutnya, berada di lemari rias di dalam kamarnya dibungkus plastik hitam. “Waktu itu, saya sebenarnya sudah tak ingat lagi dengan barang (ekstasi) itu,” katanya.

“Apa kamu bilang, kamu sudah tidak ingat-ingat lagi, itu barang kamu beli dengan harga Rp 40 jutaan, tapi kamu sudah tak ingat lagi, kamu sudah menyepelekan uang itu, biar kamu tahu, itu gaji saya selama setahun, dan kamu sepelekan itu,” katanya dengan nada tinggi kepada Ratih yang kembali mengusap wajahnya dengan tisu.

Dalam sidang tersebut, Ratih juga menjelaskan dari sisa yang sudah terjual, ektasi tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada teman-temannya. Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi hakim sebagai upaya untuk membuat ketergantungan kepada yang diberinya agar nantinya terpaksa harus membeli kepadanya.

Sebagaimana diketahui dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maria Magdalena disebutkan terdakwa ditangkap pada Oktober 2014 silam bersama bersama 550 butir ekstasi dan 3 bungkus plastik berisikan 43,50 gram ekstasi yang sudah hancur, di rumahnya yang berada di Jalan Teratai, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, kota Medan.

Tag: » Dipublikasikan : Februari 25th, 2015 under Narkotika, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan