Medan pphe Cyber news – Sepintas upaya Program Pensiun Sukarela ( PPS ) yang diajukan direksi PTPN III kepada  Karyawannya yang bertugas di unit kesehatan PTPN III merupakan upaya menghormati hak hak karyawan, namun niat Direksi yang ingin mem PHK massal karyawannya mulai terendus  saat Direksi mengharuskan para karyawan yang tidak bersedia menginguti PPS diwajibkan mengikuti PPK ( Program Pensiun Khusus ).

Ketua SPBUN PTPN III ( pesero ) Christian Orchad Perangin angin

Ketua SPBUN PTPN III ( pesero ) Christian Orchad Perangin angin

Niat tersembunyi inilah yang diendus oleh spBUN PTPN III hingga mengerahkan lebih seribu orang karyawan PTPN III melakukan demonstrasi di Kantor pusat PTPN III di jalan sei Batanghari Medan, Senin (11/9).  Ribuan karyawan PTPN III melakukan unjuk rasa menolak PHK terhadap 18 karyawan yang dipaksa mengikuti program pengsiun khusus karena karyawan tersebut dinilai tidak memiliki kompentensi sesuai sesuai perkembangan perusahaan. 18 karyawan tersebut dinyatakan tidak lulus assesement sehingga harus di PHK melalu program PPK.

Ketua SPBUN PTPN III ( pesero ) Christian Orchad Perangin angin saat di komfirmasi diruangan kerjanya, Selasa (12/9) mengamini bahwa SPBUN melakukan demonstrasi untuk menolak PHK.  “ kita menolak PHK karyawan, saat ini perusahaan untung dan kita bahkan menjamin hutang PTP II dan IV kepada bank, jadi seharusnya tidak ada PHK, kalau ada PHK itu  harusnya dilakukan melalui biparti, inilah kesepakatan kami SPBUN dengan pihak management PTPN III”, ujar Perangin angin.

Selain menolak PHK, SPBUN  dalam demonstrasi tersebut menuntut agar perusahaan meningkatkan premi yang dibayarkan kepada karyawan dan meningkatkan gaji karyawan yang berada distrata II dan IV. Hal inipun ditolak oleh management dengan alasan efisiensi.

Terkait penyataan pihak management  kabag sekretariat Junaidi SP yang mengatakan bahwa karyawan diuntungkan dengan adanya program PPS dan PPK ini karena mereka dibayar antara 400 jutaan hingga 1,2 Milyar, ,Perangin angin berpendapat bahwa apa yang disampaikan oleh perusahaan tidak sepenuhnya benar karena ada yang menerima sekira 50 jutaan setelah dipotong kewajiban.

“ jadi begini,  karyawan itukan banyak yang mempunyai hutang jangka panjang hingga ratusan juta kepada Bank, nah kalau mereka dibayar 400 juta kemudian dipotong hutang jangka panjang 350 juta kan yang diterima hanya 50 juta, bagaimana mereka bisa menghidupi keluarganya” ujar perangin angin.

Direksi tidak Konsisten

Dalam demonstrasi tersebut juga tersebar kabar bahwa direksi SDM PTPN III tidak konsisten dalam menjalankan PPS dan PPK. Hal ini disebabkan  terdapat karyawan yang termasuk dalam daftar PPS dan PPK dimutasikan tanpa melalui proses assesement. Ketika dikomfirmasi kepada Perangin angin dirinya menyebutkan memang terdapat karyawan yang terdapat didaftar PPS dan PPK namun dimutasi tanpa mengikuti proses yang telah ditetapkan. “ iya ada salah seorang karyawan yang dimutasi tanpa mengikuti program asseesemen, SKnya ditandatangani oleh Nurhidayat” ujar Perangin angin.

Terakhir Ketua SPBUN PTPN III ( pesero ) Christian Orchad Perangin angin mengatakan bahwa assesemen adalah proses penempatan karyawan sehingga sesuai dengan keahliannya, assesemen bukanlah upaya proses PHK.

 

 

 

Tag: » Dipublikasikan : September 12th, 2017 under BUMN, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan