Medan-pphe cybernews – Anggota Komisi D, DPRD Provinsi Sumatera Utara Muslim Simbolon menyatakan Bandara Internasional

Ruang Tunggu Bandara International Kualanamu

Ruang Tunggu Bandara International Kualanamu

Kualanamu atau Kualanamu International Airport (KNIA) milik masyarakat Provinsi Sumatera Utara, bukan milik PT (Persero) Angkasa Pura – II.

“Kehadiran KNIA untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara, nyaris tidak ada.Pola manajemen PT (Persero) Angkasa Pura – II KNIA, tidak berbeda dengan Bandara Polonia.Saya berharap ada beban moral bagi PT (Persero) Angkasa Pura – II untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara,”tegas Muslim Simbolon, di saat Komisi D, DPRD Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat dengar pendapat dengan PT (Persero) Angkasa Pura – II KNIA dan Otoritas Bandara Wilayah – I Medan, Selasa (11/11/2014). Hadir di rapat itu, Wakil GM PT (Persero) Angkasa Pura – II KNIA Tomi Hadi beserta jajaran. Sedangkan dariĀ  Otoritas Bandara Wilayah – I Medan hadir Martinus Hutasoit dan Dadang.

Diungkapkan Muslim, sebagai Bandara Internasional, masuk ke KNIA sulit.”PT (Persero) Angkasa Pura – II KNIA hanya bertanggungjawab sebatas pagar Bandara. Di luar pagar, menujuĀ  pintu masuk menuju Bandara masih semrawut atau lintang pukang,”tegasnya lagi.

Oleh karena itu, saran Muslim, alangkah baiknya PT (Persero) Angkasa Pura – II mengeksposĀ  pendapatannya.”Berapa pendapatan dan berapa pengeluaran, masyarakat perlu tahu. Sumber-sumber pendapatan PT (Persero) Angkasa Pura- II perlu diketahui agar dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara. KNIA itu milik masyarakat Provinsi Sumatera Utara, bukan milik PT (Persero) Angkasa Pura – II,”ujar Muslim.

Anggota Komisi D, DPRD Provinsi Sumatera Utara Budiman P Nadapdap menjelaskan KNIA anugerah bagi Provinsi Sumatera Utara. Sebab tidak semua daerah mendapatkan Bandara seperti Bandara KNIA.”Namun setelah KNIA berdiri, anehnya KNIA terkesan kumuh.Ironisnya, KNIA memiliki persoalan, seperti lantai,elevator yang macet atau sering mati, penerangan jalan dan akses jalan.Perlu ditabulasi permasalahan di KNIA dan selanjutnya dibicarakan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bupati Deli Serdang dan PLN,”papar Budiman.

Anggota Komisi D, DPRD Provinsi Sumatera Utara H Arifin Nainggolan mengatakan areal parkir A dan B di KNIA terkesan belum ada manjemen perparkiran.”Penjagaan di areal parkir A dan B belum mobile,”tandasnya.Selain hal itu, Arifin juga menyarankan agar petugas Avsec agar memiliki etika sopan santun dalam melayani penumpang.

Dan yang menarik saran dari anggota Komisi D, DPRD Provinsi Sumatera Utara Yantoni Purba kepada PT (Persero) Angkasa Pura – II KNIA. Yantoni mengharapkan agar PT (Persero) Angkasa Pura – II KNIA memperhatikan para putera daerah.”Harus ada keberpihakkan kepada putera daerah agar masyarakat yang berada di sekitar KNIA tidak dipinggirkan.Kami hanya menyampaikan aspirasi,”ujarnya.

Tag: » Dipublikasikan : November 12th, 2014 under Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan