Medan pphe cyber news – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memeriksa  lima orang  mantan

Kasipenkum Kejatisu Chandra Purnama

Kasipenkum Kejatisu Chandra Purnama

anggota KPU Kabupaten Simalungun  termasuk  Mantan Ketua KPU dan Sekretaris KPU Simalungun Senin (10/02/2014). Pemeriksaan tersebut terkait kasus dugaan suap dalam pelaksanaan Pilkada periode 2010-2015, yang melibatkan Bupati Simalungun terpilih Jopinus Ramli (JR) Saragih.

Kasi Penkum Kejatisu, Chandra Purnama Pasaribu, SH membenarkan adanya permintaan keterangan terhadap kelimanya saat dikomfirmasi wartawan. Namun Chandra tidak merinci lebih lanjut terkait pemeriksaan tersebut karena  masih dalam proses penyelidikan.

“Mereka itu masih dimintai keterangan  termasuk mantan anggota KPU Simalungun, Robert Ambarita yang melaporkan adanya dugaan suap tersebut,”ucap Chandra. chandra tidak merinci lebih lanjut sekaitan permintaan keterangan ini karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Kasus ini bermula dari laporan mantan anggota KPU Simalungun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2011, kemudian kasus suap pilkada Simalungun tahun 2010 kembali diperiksa.

Pemeriksaan dugaan suap ini ditandai pemanggilan seluruh mantan anggota KPU daerah itu ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Surat panggilan terhadap seluruh mantan komisioner KPU Simalungun diterima oleh Robert Ambarita selaku pelapor dugaan suap Pilkada Simalungun itu. Surat pemanggilan ada dua, pertama ditujukan kepada mantan Ketua KPU Simalungun, Nurdin Sinaga dan satu lagi ditujukan kepada seluruh mantan komisioner KPU.

Kedua surat dari Kejatisu itu ditandatangani Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu, Drs Moh Rum SH. Surat pertama ditujukan kepada mantan Ketua KPU Simalungun, Nomor.156/N.2.5/Fd.1/01/2014. Satu lagi Nomor 158/N.2.5/Fd.1/01/2014 ditujukan kepada seluruh mantan anggota KPU. Kedua surat itu  tertanggal 31 Januari 2014.

“Berdasarkan surat ini kita seluruh mantan anggota KPU Simalungun termasuk mantan ketua diminta hadir di Kejatisu hari Senin tanggal 10 Pebruari 2014 ini. Tadi kita sudah telepon mantan Ketua KPU, beliau menyatakan akan hadir dan kami rencananya berangkat bersama,” terang Robert Ambarita kepada wartawan di Jalan Diponegoro Pematangsiantar.

Masih menurut isi surat, sebut Robert Ambarita, pemanggilan mereka tekait adanya dugaan suap dalam Pilkada Simalungun tahun 2010, dan menurut isi surat pemanggilan, suap itu diduga dilakukan Jopinus Ramli Saragih (Bupati terpilih).

Ditanya apakah anggota KPU ada melaporkan ke Kejaksaan? Hal ini dengan tegas dijawab Robert Ambarita, tidak pernah melaporkan ke Kejaksaan.

“Karena yang melaporkan dugaan suap itu adalah saya, dengan menyertakan bukti cek kontan senilai Rp50 juta. Tapi saya mengadukannya ke KPK, bukan ke kejaksaan,” terang Robert Ambarita.

Pemanggilan dan pemeriksaan yang akan dilakukan Kejatisu, sebut Robert Ambarita, berdasarkan adanya surat perintah penyelidikan dari Kepala Kejatisu tertanggal 28 Agustus 2013.

Tag: » Dipublikasikan : Februari 11th, 2014 under Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan