Medan pphe cyber news – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan KAMMI Medan meminta agar Pemerintahan Jokowi mengembalikan subsidi BBM dan menurunkan harga.

Kammi

KAMMI Medan saat demo di DPRDSU

Pernyataan tersebut disampaikan saat KAMMI Medan melakukan unjukrasa di Gedung DPRDSU, Rabu (2/4).

Mereka menilai bahwa penghapusan subsidi BBM dan menaikanĀ  adalah kebijakan Neolib, tidak pro rakyat tapi pro korporat.

Mereka menuduh Jokowi-JK adalah antek antek kapitalis. Penetapan harga berdasarkan mekanisme pasar adalah agenda ekonomi liberal.

“Subsidi adalah hak rakyat” ujar mahasiswa, sambil menggoyang goyang pagar pintu depan gedung DPRDSU.

Dalam tuntutannya KAMMI Medan meminta Pemerintah mencabut keputusan penghapusan subsidi dan kenaikan BBM. Jalankan nawacita sesuai konstitusi dan cita cita kemerdekaan Indonesia. Tegakan hukum yang bebas kepentingan politik. Batalkan bagi bagi kursi jabatan dan lindungi pribumi dari kepentingan asing dan aseng.

Puluhan massa KAMMI lni semula melakukan aksi di Budaran SIB Medan di jalan gatot subroto Medan, kemudian berjalan menuju gedung DPRDSU.

Sesampai di Gedung DPRDSU yang terletak di jalan Imam Bonjol, massa mulai melakukan aksi orasi dan minta agar mereka diijinkan masuk ke halaman gedung DPRDSU.

Mahsiswa coba mendorongĀ  pintu gerbang gedung DPRDSU. Namun karena gerbang terkunci massa kembali menggoyang goyang pagar sehingga keadaan menjadi ricuh.

Namun aksi menggoyang goyang pagar tersebut tidak berlangsung lama. Akhirnya pihak keamanan membuka gerbang, sehingga orasi dilakukan di halaman dalam gedung DPRDSU.

Setelah menyampaikan tuntutannya kepada anggota dewan, massa KAMMI Medan kemudian membubarkan diri.

» Dipublikasikan : April 1st, 2015 under Politik, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan