Medan pphe cybernews – Ratusan masyarakat tani yang tergabung dalam Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orba melakukan aksi demonstrasi saat seluruh anggota DPRDSU sedang mengikuti rapat paripurna di gedung DPRDSU, Selasa (24/3).

Kelompok tani

Ratusan masyarakat tani yang tergabung dalam Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orba melakukan aksi demonstrasi saat seluruh anggota DPRDSU sedang mengikuti rapat paripurna di gedung DPRDSU

Mereka berorasi memperjuangkan hak kelompok tani yang tanahnya dirampas. Selain hal tersebut mereka juga menyatakan mosi tidak percaya kepada Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho.

Pernyataan mosi tak percaya tersebut disampaikan karena para petani merasa kampung halaman dan pusaka leluhur mereka telah dirampas. Dan Gatot Pujonugroho selaku Gubernur dinilai tidak mampu melindungi rakyatnya dari mafia tanah.

Akibat perampasan tanah leluhur mereka oleh BUMN, swasta nasional dan swasta asing yang didalangi mafia tanah, masyatakat tani hidup dalam kemiskinan dan kelaparan.

“gatot mundur” teriak massa yang sebahagian besar kaum ibu.

Menurut Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Rezim Orba sedikitnya ada 10 kasus tanah yang dirampas dan harus dikembalikan kepada masyarakat di Sumatera Utara.

Diantaranya adalah 2000 Ha milik 172 KK di Simalungun dan kini dikuasai oleh PTPN IV.
1710 Ha milik Buyung Ritonga dan kini dikuasai oleh Puskopad DAM I BB di Kab Batubara. 67 Ha milik 62 KK di Kab Asahan dan kini dikuasai oleh PT BSP.

Massa pendemo juga menilai bahwa telah terjadi pelanggaran Konstitusi yang dilakukan oleh penyelenggara negara. Massa mengatakan bahwa telah membuat laporan dari 5365 orang kepada aparat penegak hukum, namun hingga kini satupun tak pernah ditindaklanjuti

Tag: » Dipublikasikan : Maret 24th, 2015 under Politik, Sumatera Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan