Aceh Tamiang pphe cyber news – Mapolres Aceh Tamiang musnahkan barang bukti berupa 170 Butir Pil Ekstasi dan seberat 17,1 kg sabu-sabu. Pemusnahan dilakukan  dengan menggunakan alat pengaduk semen (molen). Demikian laporan Kapolres Aceh tamiang AKBP Dicky Sondani SIK MH kepada Kapolda Aceh Drs Irjend Pol Husein Hami.

Bahtiar Joni

Bahtiar Joni Tersangka Pembawa 17 Ribu Ekstasi Dan 17.1Kg Sabu-Sabu

Laporan tersebut disampaikan Dicky pada acara pemusnahan barang bukti di halaman Mapolres Aceh Tamiang, Jumat (27/3).

Kapolres Aceh Tamiang menyampaikan keprihatinan terhadap peredaran Narkoba di Aceh tamiang.

Di depan unsur Forkopimda Aceh Tamiang dan segenap undangan lainnya,  Kapolres Aceh Tamiang Dicky Sondani menjelaskan tentang bahaya Narkoba. Menurut Dicky  peredaran narkoba sudah mencapai desa desa.

Oleh karena itu, Dicky Sondani mengajak semua komponen yang ada didalam masyarakat  Aceh Tamiang , TNI maupun POLRI agar berkerjasama dalam membasmi narkoba sekaligus mengantisipasi timbulnya produksi / pabrik narkoba di Aceh Tamiang.

Dicky juga mengajak agar masyarakat selalu waspada terhadap pengedar-pengedar Narkoba yang memanfaatkan Kabupaten Aceh Tamiang sebagai tempat Jalur transit melalui jalur Laut peredaran Narkoba.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Iskandar Zulkarnain mengucapkan rasa termakasihnya kepada Kapolres Aceh Tamiang. Ucapan terima kasih tersebut diwujudkan  dengan memberikan Piagam Penghargaan atas keberhasilan polres Aceh Tamiang dalam penangkapan dan penyitaan barang haram (Narkoba) tersebut.

Ketua DPRD Aceh Tamiang  Ir Rusman, juga  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Aceh atas kunjungan kerjanya ke Kabupaten Aceh Tamiang.

“kami DPRK Aceh tamiang memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kapolres  Aceh tamiang dan jajarannya dalam mengungkap dan memutuskan jaringan peredaran narkotika di kabupaten Aceh tamiang” ujar Rusman.

Kapolda Aceh, Drs Irjend Pol H M Husein Hamidi yang hadir dalam acara pemusnahan barang bukti tersebut, mengusulkan kepada Kajari dan Pengadilan untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada tersangka Narkoba.

Selanjutnya Husein mengatakan akan menindak tegas oknum kepolisian jika terbukti positif sebagai pengguna narkoba. Hukuman yang dijalankan dapat berupa pemecatan dari kesatuan kepolisian Republik Indonesia.

Turut Hadir pada acara tersebut  Wakil Bupati Aceh Tamiang, Jamaluddin T.Muku anggota DPR Aceh Tamiang, Unsur Forkopimda dan Forkopimda Plus Kabupaten Aceh Tamiang,Ketua DPRK Aceh Tamiang berserta anggota, kepala Kejaksaan negeri kuala simpang, Kepala pengadilan negeri kuala simpang, Kepala BNN Kota langsa, ketua MAA, Ketua MPD, KNPI, Tokoh masyarakat, para undangan, insan Pers serta Lsm.

Turut dihadirkan, Bahtiar Joni Alias Joni bin M.Sabil, warga dusun simpang proyek Desa Bukit Seroja Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur. Bahtiar merupakan tersangka utama yang membawa Narkoba seberat 17,1 kg shabu dan sebanyak 170 ribu pil ekstasi. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), pasal 115 ayat (2), pasal 112 ayat (2) dengan Undang-Undang RI Nomor 35 thn 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana Hukuman mati. Hal ini diterangkan oleh AKBP Dicky Sondani SIK.MH saat acara pemusnahan barang bukti Narkoba di MAPOLRES Aceh Tamiang (Abdul Karim).

Tag: » Dipublikasikan : Maret 28th, 2015 under Narkotika, Sumatera Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan