Simalungun  pphe Cyber News  – Masyarakat Nagori Rambung Merah merasa terganggu dengan keberadaan AMP (ASPHALT MIXING PLANT) di daerah tersebut. Selain menimbulkan suara gaduh saat mesin beroperasi, bau aspal dan asap tebal juga sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

JR Saragih Saat Meninjau AMP (ASPHALT MIXING PLANT) di  Nagori Rambung Merah

JR Saragih Saat Meninjau AMP (ASPHALT MIXING PLANT) di Nagori Rambung Merah

Karena mersa terganggu akhirnya masyarakat Nagori Rambung Merah membuat surat terbuka kepada Bupati Simalungun JR Saragih. Dalam surat terbukanya masyarakat yang diwakili oleh Irna P. Damanik (Ny. Saragih Sumbayak) menyatakan bahwa keberadaan AMP (ASPHALT MIXING PLANT) tersebut agar direlokasi atau dihentikan operasionalnya.

Berikut surat terbuka yang dilayangkan oleh masyarakat kepada Bupati Simalungun JR Saragih

 

Surat Terbuka ke 2  masyarakat Nagori Rambung Merah.

Perihal : Tanggapan untuk Kunjungan Bupati Simalungun.

Kepada Yth :

Bapak Bupati Jopinus Ramli Saragih

Di

Pematang Raya,
Kami tidak pernah menyudutkan Pengusaha… kami hanya mau hidup bebas dari BAU ASPHAL…

Bapak dan team hanya beberapa saat di lokasi Industri. Bagaimana dengan kami yang tinggal dan hidup di lokasi Industri selama ini??

Saat Bapak berkunjung, apakah Pabrik sedang beroperasi dengan Maksimal???

Oh ya Pak…Secanggih apapun alat yang mereka gunakan tapi BAU ASPHAL itu tidak bisa di sembunyikan lho

Yang mungkin bisa mereka sembunyikan hanya KEPULAN ASAP HITAM ASPHAL nya saja…
Kalau tidak berBAU dan membuat kami sesak kami TIDAK AKAN RIBUT lho Pak… gak ada untungnya juga buat kami karena kami bukan masyarakat BAYARAN untuk demo…
Bapak bilang suara TIDAK BISING???

Itu karena Bapak hanya mendengar suara Hotmix, coba dengar pada saat mereka MEMECAHKAN BATU. Rumah kami pun bergetar….
Bapak….

Sampai kapan kami harus hidup berdampingan dengan Pengusaha?? Apakah layak Pabriknya di lingkungan Padat Penduduk??
Bapak yang baik….

Kami hanya minta, jika mereka RELOKASI tolong HENTIKAN Industri Asphal nya… sampai mereka dapat tempat untuk Relokasi…
Kami tau Bapak akan memberikan solusi yang terbaik buat kami masyarakat bapak, dan Bapak bupati tidak akan membiarkan kami dan anak anak kami setiap detik menghirup udara kotor akibat Asphal…..
Oh ya Pak…Kenapa kami tidak di undang ya saat kunjungan Bapak????

Apakah kami tidak boleh ketemu Bapak??
Semoga Motto Bapak menjadi “GARAM dan TERANG” dapat kami rasakan dalam kunjungan Bapak ini…

Salam,
Irna P. Damanik (Ny. Saragih Sumbayak)

Tag: » Dipublikasikan : Oktober 28th, 2016 under Sumatera Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan