Medan pphe Cyber News – Seorang Calon Presiden (Capres) yang akan bertarung pada Pemilihan Umum 2014, diserang ratusan

Simulasi Pengamanan Pemilu

Simulasi Pengamanan Pemilu

massa saat melakukan orasi politiknya di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (12/2/2014) siang.

Kronologis penyerangan tersebut berawal saat Capres tersebut naik ke mimbar di gedung paripurna DPRD Sumut, guna menyampaikan visi misi dan programnya jika kelak menjadi pemimpin negeri ini di hadapan ratusan massa.

Namun tiba-tiba muncul sekelompok orang, melakukan unjuk rasa dan memprovokasi massa lainnya. Terpengaruh oleh provokasi, massa yang awalnya tenang mendadak beringas dan menyerang Capres tersebut.

Aparat keamanan yang berjaga mencoba menenangkan massa yang anarkis. Namun massa semakin beringas dan menyiram Capres tersebut dengan air, untungnya aparat kepolisian sigap dan langsung mengamankan capres dari amukan massa.

Ketua DPRD Sumut yang coba naik ke mimbar juga menjadi korban amukan massa pendemo, akhirnya juga dilarikan dan diamankan oleh aparat kepolisian. Pihak keamanan akhirnya aparat berhasil membekuk beberapa orang pemuda yang bertindak sebagai provokator dalam peristiwa itu.

Namun tunggu dulu, peristiwa di atas, hanya bagian dari gladiresik simulasi yang digelar oleh Kepolisian Daerah (Polda Sumut), menjelang pelaksanaan Pemilu tahun ini.

“Hari ini kita menggelar gladiresik untuk pelaksanaan simulasi besok, Kamis (13/2) pagi,” kata Kepala Biro Operasional Polda Sumut Sadono Budi Nugroho mewakili Kapolda Sumut, Irjen Pol Syarief Gunawan usai gladiresik.

Menurutnya, simulasi digelar jajaran kepolisian bekerjasama dengan TNI dan unsur Muspida lainnya untuk pengamanan Pemilu, baik itu Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Presiden, guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas khususnya di Sumut.

Menurut Sadono simulasi pengamanan Pemilu dilakukan serentak di seluruh Indonesia sebagai intruksi Kapolri.

Ia mengatakan ada beberapa tahapan paling rawan saat berlangsungnya pesta demokrasi rakyat tersebut, dari mulai tahapan kampanye, pencoblosan hingga penghitungan suara.

“Untuk Simulasi besok akan dimulai pukul 9.00 WIB dengan menurunkan 1500 orang personil kepolisian bersenjata lengkap,” ujarnya.

Sementara itu menyinggung besaran anggaran untuk pengamanan Pemilu yang dialokasikan ke jajaran kepolisian, Sadono mengatakan akan bersikap transparan. “Datanya dan angkanya nanti akan kita paparkan secara transparan,” katanya.

Kemungkinan katanya anggaran yang dikucurkan melalui BUMN kepada jajaran kepolisian seluruh Indonesia senilai Rp 71 Miliar untuk pengamanan tiga tahapan Pemilu 2014.

Sementara untuk Polda Sumut diprediksi menerima Rp 12 Miliar. “Dengan jumlah tersebut kita akan berusaha untuk menghemat hal-hal yang tidak penting,” ujarnya.

Tag: » Dipublikasikan : Februari 12th, 2014 under Politik Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan