Embun pagi sedang bersenda gurau dengan dedaunan dan rerumputan. Matahari belum lagi memperlihatkan sinarnya. Tapi disalah satu pelosok kota Medan seorang wanita paruh baya sudah bersiap siap pergi meninggalkan hangatnya kamar tidurnya. Wanita ini akan menempuh puluhan kilometer dan memakan waktu tempuh perjalanan hingga dua jam lebih.

Guruku tersayang

Dia adalah Suriati Barus Guru SD di desa Gergas Kec Wampu Kab Langkat Sumatera Utara. Suriati memang selalu berangkat kesekolah sebelum matahari terbit jika sedang berada di rumah orang tuanya. Namun meski begitu Suriati tetap bersemangat ingin mengajari dan menemui muridnya di SD 056426 Gergas meski jarak tempuhnya memakan waktu hingga dua jam lebih.

Tak jarang Suriati merasa dinginnya embun pagi menusuk kulitnya hingga terkadang badannya terasa sedingin embun yang hinggap dikulitnya. Ia pergi sendirian tanpa teman apa lagi ditemanin suami. karena Suriati telah lama menjanda. Hanya kicauan burung diperjalanan yang tak berpenghuni menemanin dirinya untuk memberikan segudang ilmu agar murid muridnya menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

Nun jauh dipelosok daerah langkat terdapat Desa Gergas di kecamatan Wampu. Masa masa gadis Suriati banyak dihabiskan di desa terpencil ini untuk mengajar di SD 056426. Dahulu tahun 1981 Suriati mengajar seorang diri. Hingga rekening listrik sekolahpun sempat atas namannya.

Tekad Suriati mengajar di desa terpencil itu memang kuat. Ia sering menginap di sekolah demi mencukupi jam mengajar. Menginap diruangan apa adanya sejak masa gadisnya. Desa yang terkenal sunyi, sulit diakses dan jika hujan turun listrikpun mati.

Suriati Barus sudah 34 tahun menelusuri kawasan perkebunan yang penghuninya sangat jarang terlihat hingga kini. Namun tidak pernah terpikir olehnya meninggalkan sekolah tersebut untuk mengajar ditempat yang lebih nyaman sebagaimana yang diinginkan oleh guru guru lain.

Namun suatu saat, bak petir disiang bolong, Suriati diadukan oleh mantan muridnya sendiri karena dituduh mengikat lidah muridnya. Pengaduan hingga ke BP2TK kab langkat. Suatu lembaga yang menampung adanya kejahatan terhadap perempuan dan anak.

Guruku tersayangSuriati dituduh melakukan kejahatan terhadap anak. Air matanya pun tak terbendung. Hayalannya terbang jauh kemasa lalu dimana saat dia memegang tangan sang murid untuk mengajari baca tulis. Kini murid tersebut menuduhnya melakukan kejahatan terhadap anak. Suatu tuduhan yang mengerikan dan berakibat hukuman penjara yang cukup lama.

Suriati dituduh mengikat lidah muridnya oleh orang tua murid yang sebenarnya muridnya juga dimasa lalu. Suriati diminta pertanggungjawaban didepan kepala sekolah, orang tua murid dan komite sekolah serta kepala desa.

Suriati menjelaskan bahwa maksud perkataannya mengikat lidah tak lain adalah dalam rangka melakukan pendidikan moral. Ikat lidah hanya sugesti terhadap anak agar tidak kembali mengulangi dan memperbaiki moral anak. Sebab sang murid telah dua kali kepergok mengatai guru gurunya anjing. Ternyata penjelasannya tak memuaskan hati. Suriati diadukan kembali ke BP2TK. Bahkan Suriati menjadi bahan berita di media lokal atas tuduhan berbuat keji dengan mengikat lidah muridnya.

Suriati sekuat tenaga membela diri dengan dukungan teman temannya sesama guru dan PGRI. Akhirnya BP2TK memutuskan bahwa laporan penganiayaan anak tidak seperti yang dibayangkan.

Meski persoalan sudah selesai, tapi hati pahlawan tanpa jasa ini terlanjur terkoyak koyak. Suriati mungkin tak bisa membayangkan bimbingan tangannya membuat mantan muridnya dapat membaca dan menulis justru digunakan mantan muridnya membuat laporan penganiayaan yang tidak ia lakukan.

Suriati tak lagi merasa indahnya lagu berjudul “Guruku Tersayang” seperti lirik lagu dibawah ini. Suriati ingin pensiun dini.

Pagiku cerahku
Matahari bersinar
Kugendong tas merahku di pundak

Selamat pagi semua
Kunantikan dirimu
Di depan kelasmu
Menantikan kami

Guruku tersayang
Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal
Guruku terimakasihku

Nyatanya diriku
Kadang buatmu marah
Namun segala maaf
Kau berikan

Tulisan ini dibuat untuk menggugah hati setiap orang agar tidak mudah mempidanakan guru. Jika pembaca perduli dengan nasib guru tolong dishare.

» Dipublikasikan : Oktober 12th, 2018 under Pendidikan Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan