Aceh Tamiang pphe cybernews –  Dayah (Pesantren-red) Manarul Islam, Kabupaten Aceh Tamiang menggelar acara Wisuda sekaligus Perpisahan Santri tingkat SMP dan SMA tahun 2019 di Lapangan Utama Futsal Dayah, Jl. Lintas Banda Aceh – Medan Desa Seumadam Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (2/5).

Dayah Manarul Islam Aceh Tamiang Wisuda Sekaligus  Perpisahan Santri

Dayah Manarul Islam Aceh Tamiang Wisuda Sekaligus  Perpisahan Santri

Acara Tasyakuran wisuda dan perpisahan santri akhir Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) yang diadakan karena para santri telah menyelesaikan masa studi mereka selama tiga tahun itu dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh santri Hardian prayoga

Selain para pengasuh/pengajar dayah, santri dan orang tuanya, hadir juga dalam acara tetsebut, Bupati Aceh Tamiang yang diwakili Asisten III Ir. Adi Darma, Anggota MPU Provinsi Aceh, Camat Kejuruan Muda Rusni Devi Aryanti, S.STP, Danramil Kejuruan Muda Kpt Inf. Erman, Kapolsek Kejuruan Muda AKP Marsaid Sagala, SE, Imam Kampung Desa Seumadam Irianto, Para Da’i Perbatasan Provinsi Aceh.

Pimpinanan  Dayah Perbatasan Manarul Islam Ustadz Tgk. Mustofa dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya acara wisuda sekaligus  pelepasan para santri mereka.

Selain itu Tgk. Mustofa juga mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh komponen untuk pengembangan Pondok Pesantren  Perbatasan Manarul Islam kedepannya.

“Setelah tiga tahun mereka kami didik, kini mereka kita kembalikan kepada para wali murid guna keberlanjutan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Tgk. Mustofa juga mengingatkan para santri yang diwisuda untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah diberikan dan diajarkan ke dalam kehidupan sehari-hari serta mampu mencerminkan diri sebagai anak yang sholeh dan soleha.

Suasana  haru terlihat disaat santri menyalami dan memeluk dan para pengasuh dan pengajar seraya mengucapkan terimakasih atas bimbingan yang mereka terima selama ini.

Momen tersebut mengisyaratkan dan merupakan pertanda bahwa para santri dan para asatidzah selama ini sangat dekat dan mengenal setiap karakter masing-masing.

Pesan sang guru agar selalu semangat dalam menuntut ilmu dan tidak cepat puas dengan apa yang telah dicapai serta  permohonan maaf atas kesalahan yang diperbuat dan terimakasih atas jasa-jasa guru yang telah mengajar dan mendidik dari santri menambah kental susana kekeluargaan saat itu.

Tag: » Dipublikasikan : Mei 4th, 2019 under Pendidikan Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan