Medan pphe Cybernews -Tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dibawah kendali Asisten Itelijen Kejati sumut LEO SIMANJUNTAK Utara Kembali menangkap DPO. Kali ini targetnya adalah SYAHRONI HIDAYAT Mantan Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru terkait Kasus Kredit agunan fiktif Bank BRI AGRO Pekan Baru.

Tim Intelijen Kejati Sumut Tangkap Mantan Pimpinan Cabang Syahroni Hidaya BRI Agro Pekanbaru di Medan Terkait kasus kredit dengan jaminan lahan fiktif di Pekan Baru.

Tim Intelijen Kejati Sumut Tangkap Mantan Pimpinan Cabang Syahroni Hidaya BRI Agro Pekanbaru di Medan Terkait kasus kredit dengan jaminan lahan fiktif di Pekan Baru.

Tim Intel Kejaksaan tinggi sumatera utara mengamankan SYAHRONI HIDAYAT dikediamanya, Perumahan Johor Indah Permai 2 Blok A No 54 Linkungan X Kel G Johor Kec Medan Johor, Rabu sore (01/08). SYAHRONI adalah DPO kejaksan negeri pekanbaru terkait kasus pemberian kredit dwngan jaminan lahan fiktif kepada 18 debitur  Non Performing Loan (NPL) pada tahun 2009. SYAHRONI  dianggap telah merugikan keuangan negara hingga Rp 5,3 Milyar.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengatakan, penangkapan Syahroni oleh tim intelijen kejati sumut bermula dari informasi Kejari Pekanbaru dan Kejati Riau, dikatakan bahwa tersangka tidak pernah hadiri memenuhi panggilan penyidik semenjak Desember 2007.

“Dari Informasi tersebut, pihak Kejati Sumatra Utara kemudian melakukan penelusuran informasi tentang keberadaan Syahroni dan langsung melakukan penangkapan yang dipimpin langsung Asintel Kejati Sumatera Utara, Leo Simanjuntak,” ujar Sumanggar Siagian kepada wartawan di Gedung Kejatisu.

Menurut Sumanggar dalam kasus keredit tersebut, ada dua tersangka, satu tersangka dalam kasus ini yakni Jauhari Y Hasibuan selaku mantan Pegawai PTPN V, telah meninggal dunia. Pada kasus ini BRI Agro Cabang Pekanbaru mengucurkan dana modal kerja guna pembiayaan dan pemeliharaan Kebun Sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul dengan total plafon sebesar Rp 5,3 Milyar.

Baca juga : Tim Intelijen Kejati Sumut Tangkapi DPO, Ini alasannya

Ternyata di 2015, baru muncul masalah, ternyata lahan yang diagunkan seluas 54 hektar kepada 18 debitur atas insial S tidak bisa dikuasai pihak bank, dan selain itu lahan tersebut masuk kawasan kehutanan sehingga status tanah tidak dapat ditingkatkan menjadi SHM. Sedangkan tersangka sendiri mengundurkan diri pada 2012 untuk menghilang jejak, masih menurut Sumanggar tersangka selama pelarian melakukan kegiatan jual beli mobil dikawasan Medan.

Untuk sementara Syahroni ditahan dalam sel tahan sementara Kejatisu sebelum diserahkan kepada Kejari Pekanbaru. Sebagaimana diketahui tim intelijen Kejati sumut telah menangkap 19 DPO, dua diantaranya DPO dari Kejari Pekanbaru, Kejati Riau sedangkan total keseluruhan DPO yang ditangkap kejaksaan berjumlah 143 orang.

Tag: » Dipublikasikan : Agustus 2nd, 2018 under Hukum Dan Kriminal, Sumatera Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan