Medan pphe Cyber News – Poldasu kini mengejar A Gunawan pengedar sparepart palsu setelah tim Subdit I Industri dan Perdagangan Ditreskrim Poldasu  menggrebek tempat pengemasan sparepart palsu, Senin (6/4) yang lalu.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan A Gunawan mengedarkan spare part palsu yang berasal dari cina dan produk lokal di Medan.

“Spare Part nya diimport dari cina sementara untuk produk lokalnya berasal dari Medan” Assegaf kepada wartawan.

Helfi Assegaf juga menjelaskan bahwa seluruh spare part yang diedarkan tidak dikenakan pajak termasuk yang diimport dari Cina.

Helfi Assegaf juga mengatakan bahwa Poldasu kini mendalami  bagaimana caranya hingga barang barang tersebut masuk ke Indonesia. Untuk itu Poldasu melakukan pengecekan ke Bea Cukai.

“Kita masih cek itu di bea cukai bagaimana caranya spare part palsu itu bisa masuk” ujar Assegaf.

Setelah penggrebekan  pemilik usaha spare part palsu sekaligus pemilik ruko yang berlokasi di jalan brigjend Katamso kompleks Prima minimalis no 327 kini menjadi buronan Poldasu.

” kita masih lacak keberadaan Gunawan bahkan sampai ke rumahnya” ujar Assegaf.

Sebelumnya pada Senin (6/4)  Subdit I/Indag Poldasu telah melakukan penggrebekan gudang spare part palsu di kompleks Prima Jl Brigjend Katamso. Dari lokasi tersebut polisi menyita 1 buku kit klos, 1 buku cap kit,1 buku kit master bertuliskan Suzuki, 1 bungkus plastik bertuliskan Daihatsu, satu bungkus plastik bertuliskan Isuzu,dua buah mal, 1 buah kuas,1 buah kleman plastik merk krisbow,1 layar komputer merk LG,1 CPU Merk Advance,1 unit printer merk Epson, 1 catatan order barang, 70 lembar stiker putih,1 roll plastik bertuliskan GST, 2 kotak rubber Bushing merk Top Wong, 1 pcs kaki porseling merek Daihatsu, 1 pcs kaki porseneling merek Mitsubisi, 1 pcs Yoke Sleeve merek NSM, satu set  kanpas rem depan merk Toyota,5 baut roda, 1 set kanpas rem depan merk Mimasaka, 1 set kanpan rem belakang merek Mimasaka, 17 buah terot, 830 pcs busi merek power king, 11 pcs bauh Bearings dan 16 buah kanvas rem belakang.

Tersangka A Gunawan dijerat pasal 104 jo pasal 6 ayat(1) UU RI No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 62 jo pasal 8 UU RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Tag: » Dipublikasikan : April 14th, 2015 under Hukum Dan Kriminal Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan