Medan pphe cyber news – Majelis Pengadilan negeri Medan Selasa (15/9) menjatuhkan putusan bebas (0nslah) terhadap Eko Handoko dan Para Hasmita Harahap
, karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan  melakukan penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 372
– 378 KUHP.

Dalam pertimbangannya majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan yang dituduhkan kepada para terdakwa untuk meningkatkan akte tanah berupa SKT menjadi sertifikat tidak memenuhi unsur unsur sebagaimana pasal 372-378 KUHP dalam surat tuntutan JPU, disebabkan terdakwa dan korban telah melakukan perikatan di notaris dan korban telah menerima uang sebesar 300 juta.

Usai persidangan  penasehat hukum terdakwa Muhammad Hatta SH dari kantor advocat AR.Ismail-Hatta Associates mengatakan bahwa putusan majelis hakim tersebut sudah pantas. Hal ini disebabkan JPU lalai dalam meneliti berkas dan gagal menghadirkan notaris sebagai saksi kunci. Hatta selanjutnya mengatakan bahwa tanah yang akan disertifikatkan sudah dibeli sekira 400 juta. “Kasus inipun  sebenarnya terlalu dipaksakan”, ujar Hatta.

Dilain pihak Kadlan Sinaga SH selaku JPU mengatakan bahwa putusan majelis hakim yang membebaskan terdakwa berdasar adanya akte perikatan antar terdakwa dan korban. Sinaga mengakui bahwa
Sarkiah Pane selaku korban juga telah menerima uang sejumlah 300 juta dari terdakwa. “Kan belum semua dibayar, masih ada sisanya” ujar Kadlan. Mengenai Notaris pembuat akta yang tidak dihadirkan, Kadlan mengatakan bahwa Notaris tersebut telah meninggal.

Sebelumnya Sarkiah Pane meminta bantuan Eko Handoko dan Para Hasmita untuk meningkatkan SKT tanah menjadi sertifikat, mengenai biaya sertifikat Sarkiah mengatakan akan diperhitungkan setelah hasil bagi penjualan tanah di kompleks perumahan Puspa.Namun dalam proses peningkatan surat tanah tersebut Sarkiah telah menerima uang sebanyak 300 juta dari 400 juta yang telah dijanjikan namun pengurusan sertifikat belum terlaksana.
Atas perbuatan tersebut Eko dan Hasmita dijerat pasal penipuan dan penggelapan dan dituntut JPU 3 tahun Penjara. Namun Majelis hakim PN Medan membebaskan kedua terdakwa.

Tag: » Dipublikasikan : September 15th, 2015 under Hukum Dan Kriminal Oleh redaksi | 2 Comments »

2 Responses to “PN Medan Bebaskan Terdakwa Penggelapan”

  1. andri berkata:

    Asww, maaf sebelumnya, luas tanahnya 3 Ha lebih, didekat kuala namu b kuis, mana ada hrg tanah segitu, dan itu tanah warisan yg ada 10 anak ahli warisnya tidak dilibatkan krn memang bkn dijual, adapun ada tanah lain yg 9000 m2 utk dibuat perumahan bagi hasil dr situlah uang yg 200jt lebih didapat dan untuk membiayai sertifikat tanah yg 3 ha lbh atas nama pemilik aslinya tp malah diakui dibeli, dikepolisian notaris menyangkal adanya jual beli, semoga Allah mendengar doa orang yg teraniaya, Amin


Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan