Ratusan masyarakat yang tergabung dalam PIPA Petani Indonesia Pengungsi Aceh, melakukan aksi unjuk rasa di depan pengadilan negeri Medan, Rabu (3/9).

pipa

Masyarakat petani indonesia pengungsi aceh demo di pn medan

Dalam aksi mereka menuntut agar pengadilan negeri Medan mempercepat sidang terhadap tuntutan mereka yang selama ini tertunda tunda.

Humas pengadilan negeri  Medan yang menyambut kedatangan PIPA mengatakan bahwa di pengadilan negeri median diperlukan proses hukum.” Saat ini termohonnya belum hadir” maka sidang terpaksa ditunda ujarnya.

Dalam melakukan aksinya massa membawa spanduknya yang salah satu bertuliskan ” kami mempunyai hak untuk tinggal di negeri ini”

Mereka mengecam pernyataan yang menyebut bahwa keberadaan mereka disebut illegal. Salah satu perserta tiba tiba mengangkat bayi dan memertanyakan “apakah bayi ini illegal”.

Dalam tuntutannya PIPA yang beralamat di dusun  V Aman Damai Desa Harapan Maju kec Sei lepan Kab Langkat Sumut meminta antara lain, agar pengadilan negeri Medan memerintahkan polisi hutan membebaskan mastur cs dan mengembalikan kenderaan serta getah yang disita oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Louser (BB TNGL).

Masyarakat bebas menjual hasil kebun yang ditanam secara legal  oleh kelompok PIPA.

Meminta penegak hukum dan pemerintah menjamin hak dan kebebasan masyarakat PIPA. Dan meminta agar kriminalisasi terhadap masyarakat PIPA dihentikan.

Tag: » Dipublikasikan : September 3rd, 2015 under Hukum Dan Kriminal, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | 1 Comment »

1 tanggapan to “PIPA:Kami Berhak Tinggal Di Negeri Ini”

  1. steven berkata:

    kepada bapak kapolda sumatera-utara yg terhormat..

    mohon & tolong dibantu amankan untuk wilayah
    KECAMATAN: MEDAN AREA
    KEL: SUKARAMAI II
    SEPUTARAN JALAN KAPTEN JUMHANA & SUTRISNO
    sangat Sering sekali terjadi pembobol rumah, perampokan & begal
    di setiap jam 10 malam sampai 5 pagi.

    sebelumnya terima kasih bapak kapolda


Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan