Medan pphe cyber news – Polsek Percut Seituan diduga telah merekayasa serta menghilangkan barang bukti narkotika jenis sabu sabu terkait perkara Iswadi.

Mencuatnya dugaan rekayasa barang bukti ini terkuak saat PN Medan menggelar sidang perkara Narkotika. Saat majelis hakim dan JPU Maria Magdalena sedang memeriksa saksi saksi seorang yang mengaku wartawati  berinisial CN sekaligus menyaksikan saat penangkapan Iswadi kelihatan kasak kusuk. Pasalnya dalam keterangan saksi saksi, barang bukti hanya berupa satu buah sepeda motor, sabu sabu 6 paket dengan rincian 0.78 g, 0.28,0,28,0,48,0,48 dan 0,20 g.

Usai persidangan CN mengaku melihat dan mendengarkan keterangan dari para tetangga di lokasi penangkapan bahwa polisi telah mengamankan barang bukti berupa sabu sabu sekira 3,5 Kg, Sebuah mobil Toyota Yaris BK 1630 DV satu unit sepeda motor RX King dan uang sebesar 250 juta terbungkus koran dan diambil dari balik sofa.

CN pun ribut dan menuding saksi saksi yang berasal dari polsek sei tuan berbohong. “Mereka bohong semua” teriaknya.

Sebab menurutnya berdasarkan laporan tetangga yang mengaku mendapat informasi dari orang tua Iswadi, bahwa polisi telah menyita uang sejumlah 250 juta. Sedangkan barang bukti sabu sabu seberat 3,5 Kg berupa taksiran CN saja.

” iyalah kan dibungkus plastik assoi besar dan dilemparkan ke belakang rumah” ujarnya.

Teriakan CN membuat suasana gaduh disekitar ruang sidang.

Selanjutnya CN mengatakan bahwa barang bukti berupa Toyota Yarris ditebus oleh seseorang dengan imbalan Rp.10 juta.

Sebelumnya pada tanggal 11 Oktober 2014, tim dari polsek Sei Tuan menggrebek rumah Iswadi di Jalan Bhayangkara Gg Muhammad Ali. Penggrebekan tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh Polsek Sei Tuan. Iswadi pun tertangkap.

Menurut CN ada 6 orang yang ditangkap, namun dilepas, termasuk Joko warga jl mesjid Taufik yang belakangan datang kerumah Iswadi. Iswadi disebutkan membawa 1 Kg Sabu sabu.

Pengakuan Iswadi Nyogok Kapolsek Sei Tuan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh pphe cyber news dari beberapa media terbitan Medan menyebutkan, bahwa Iswadi mengakui pernah menyogok Kapolsek Sei Tuan dengan imbalan 500 juta dan rumah asal ia dilepas. Namun Kapolsek Sei Tuan tidak bergeming.

Informasi lain mengatakan bahwa Iswadi mengakui bahwa dirinya bandar besar yang menyuplai Narkotik dari tanjung balai kepada bandar kecil di Medan. Dan Iswadi juga mengakui telah kehilangan uang ratusan juta saat dirinya ditangkap oleh Tim Polsek Sei Tuan.

Pengakuan Iswadi memang rada aneh dan seperti ada yang memesan. Pasalnya hampir seluruh terdakwa Narkotika tak pernah membeberkan upaya sogok menyogok yang direcanakannya kepada awak media. Namun Iswadi nekad mengatakan bahwa dirinya berniat menyogok.

Selain itu Iswadi saat ditahan di Polres Sei tuan juga nekat mengakui bahwa dirinya adalah bandar besar. Padahal bukti yang dihadirkan dipersidangan tak sampai 5 G.

Jika diteliti ocehan ocehan CN di PN Medan dengan pengakuan Iswadi saat ditahan di Polsek Sei tuan sepertinya ada hubungannya. Kuat dugaan bahwa pernyataan Iswadi yang mengharumkan nama Kapolsek Sei Tuan bisa jadi sebagai imbalan untuk menghindari ancaman hukuman mati.

Namun benarkah Polsek Sei Tuan telah menggelapkan barang bukti berupa uang sejumlah 200 juta dan sabu sabu seberat 3 kg? Tunggu berita selanjutnya.

Tag: » Dipublikasikan : April 8th, 2015 under Narkotika Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan