Siantar pphe Cybernews – Sebanyak 12 orang jaringan pengedar narkoba dibekuk Sat narkoba Polres Simalungun dari lokasi berbeda di kawasan Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar. Dari penangkapan jaringan bandar sabu tersebut petugas mengetahui para pelaku dalam satu bulan berhasil menjual sabu hingga seharga 1,5 Milyar.

Kapolres Simalungun AKBP Doddy Hermawan SIK didampingi Kasat Narkoba AKP Juriadi dan 12 Bandar narkoba

Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan didampingi Kasat Narkoba AKP Juriadi dan 12 Bandar narkoba

Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan didampingi Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Juriadi SH,MH dan KBO Narkoba IPTU A Sidabutar mengatakan kasus narkoba jenis Shabu yang beromset 1.5 milyar per bulan tersebut berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun. Hal ini dikatakan Panjaitan di Lapangan Aspol Polres Simalungun Jalan Jln Sangnuwaluh Pematang Siantar,Minggu, (23/9) pukul 13.00 wib.

Secara singkat Kapolres Simalungun menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dimulai dari penangkapan tersangka Abdul Rivai oleh Satres Narkoba yang dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Juriadi, Jumat (13/9) sekitar pukul 20 00 Wib, beserta barang bukti 2 (dua) bungkus plastik klip berisi Narkotika jenis Sabu, di Jalan Kertas Kelurahan Siantar State Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Tersangka Abdul Rivai mengakui bahwa memperoleh Narkotika jenis sabu tersebut dari tersangka Doni Kusuma, pada hari dan tanggal yang sama sekitar pukul 2100 Wib, petugas berhasil amankan Doni Kusuma di jalan Rakutta Sembiring Gg Leo Kel Naga Pita Kec Siantar Martoba Kota Pematang Siantar.

Saat ditangkap Doni mengaku telah menyerahkan 2 bungkus plastik klip diduga Narkotika jenis Sabu kepada Abdul Rivai. Menurut Doni Sabu tersebut diperoleh dari tersangka Otto Pirgadi Simarmata seharga Rp 200 ribu.Tak berselang lama Tersangka Otto berhasil diamankan tanpa perlawanan di Jalan Rakutta Sembiring Gg Naga Tujuh dan menyita barang bukti 1 (satu) unit HP dan uang tunai senilai uang tunai senilai Rp 170 ribu yang diduga uang sisa hasil penjualan Narkotika jenis Sabu.

Dari pengakuan tersangka Otto bahwa Narkotika jenis Sabu yang dijualnya tersebut diperoleh dari tersangka Sarel alias Brekele secara LB (laku bayar).Pada hari dan tanggal yang sama sekitar pukul 22 30 Wib tersangka Brekele berhasil diamankan dan mengamankan barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip berisi 12 bungkus plastik klip berisi Narkotika jenis Sabu,1 bungkus plastik klip berisi 10 bungkus plastik klip kecil kosong dan 1 buah sendok sabu terbuat dari pipet.

Polres Simalungun melanjutkan pengembangan, Brekele menerangkan bahwa Narkotika jenis Sabu yang diserahkannya kepada tersangka Otto diperoleh dengan cara membelinya dari tersangka Kamal Muthe alias ayah Kamal.

Kemudian pada hari Sabtu (15/9) pukul 17 30 Wib Sat Narkoba Polres Simalungun berhasil mengamankan Ayah Kamal di areal pemakaman di jalan Parsoburan Kelurahan Suka Maju Kecamatan Siantar Marihat kota Pematang Siantar.Tersangka Ayah Kamal mengakui bahwa benar ada memberikan narkotika jenis sabu kepada tersangka Brekele sebanyak 5 gram,dimana Narkotika jenis Sabu tersebut diperolehnya dari tersangka Boydora Samosir.

Pada hari, Minggu,(16/9) sekitar pukul 22.00 Wib,dibawah Pimpinan Pak Kapolres Simalungun Langsung bersama Kasat Narkoba dan anggota Opsnal bergerak ke rumah tersangka Boydora Samosir di Jalan Silimakuta Kelurahan Timbang Galung Pematang Siantar.

Pada saat dilakukan penggrebekan semua pintu rumah dalam keadaan terkunci dan dilakukan upaya untuk mengetuk pintu namun tidak ada yg menyahut, akan tetapi kuat dugaan bahwa didalam rumah ada orang.Kapolres menerangkan bahwa sebelum melakukan tindakan kepolisian terhadap para tersangka, Kepolisian Resort Simalungun terlebih dahulu melakukan koordinasi kepada aparat setempat yakni memberitahukan Kepling dan tokoh masyarakat untuk membujuk dan menyuruh si pemilik rumah untuk membuka pintu,namun tetap tidak dihiraukan sehingga diambil keputusan untuk melakukan upaya paksa dengan cara mendobrak pintu samping.

Petugas berhasil mengamankan tersangka Boysandro Samosir dan istrinya inisial IS. Saat dilakukan penggeledahan didalam dan luar rumah ditemukan sejumlah barang bukti narkotika, namun tersangka Boysandoro tidak mengakui bahwa sabu yang ditemukan tersebut miliknya, dan setelah dilakukan interogasi terhadap Boysandro terkait penangkapan tersangka ayah Kamal dan BoySandro mengakui bahwa ia ada memberikan narkotika jenis sabu kepada ayah kamal sebanyak 1 Ons (100 gram) dan Boy Sandro juga mengaku selain AYAH KAMAL,Ianya juga menjual narkotika jenis sabu kepada Indra Tajas sebanyak 5 gram.

Selanjutnya Unit narkoba Polres Simalungun langsung menuju tempat tinggal dari Indra Tanjas di Jalan Sibatu-batu Gg Amalia Blok IX Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar dan mengamankan tersangka Syarial Fauzi alias Rizal, Muhammad Fauzi alias Fauzi dan Suarno alias Arnold.

Saat diinterogasi Indra Tajas mengakui mendapat narkotika jenis sabu tersebut dari Boysandro. Dalam penyelidikan petugas diketahui bahwa Boysandro memperoleh Sabu dari seseorang yang diketahui Nomor Handphonnya saja maka dilakukan Undercoverboy dengan menyamar sebagai pembeli dan akhirnya pada hari Rabu (19/9) pukul 23.30 wib tepatnya di Jalan Medan Simpang Dolok Merangir Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun di depan Masjid Al Muklisin berhasil ditangkap tersangka Ermansyah Lubis dan Abdul Khoir Nasution dan dari tangannya berhasil disita 1 bungkusan besar diduga berisi Sabu.

Keduanya mengaku bahwa sabu tersebut diperolehnya dari laki laki berinisial BD dan mereka mengaku tidak mengetahui keberadaan BD tersebut karena mereka memperolehnya dengan cara mengikuti petunjuk melalui Hand Phone. Namun demikian akan tetap dilakukan mengembangan guna mengungkap jaringan narkotika yg lebih besar khususnya diwilayah Kab Simalungun.

“Dalam sebulan transaksi para tersangka ini dengan bukti rekening Bank BCA ditemukan transaksi uang yang mencurigakan sebesar Rp 1,5 Miliyar ditambah sang Big bos berinisial BD setelah kita cek berada di daerah Lapas Kelas IIA Siantar. Dan kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku BD yang diketahui memiliki logat bahasa suku asal Aceh,” terang Kapolres AKBP M. Liberty Panjaitan.

Selama 2 hari Sat Narkoba Polres Simalungun Berhasil meringkus 12 tersangka pengedar sabu. Seluruhnya 11 orang merupakan residivis Narkoba, 1 orang residivis pembunuhan dan 1 orang DPO atas nama inisial BD seorang bandar yang masih dalam pencarian.

Dari pengungkapan Jaringan Narkoba tersebut, Polres SImalungun mengamankan Barang bukti sebanyak 77, 91 Gram Narkoba jenis Shabu, ekstasi sebanyak 3 butir, dan bukti transaksi uang sebanyak 1, 5 miliar perbulan. Saat ini pihak Satres Narkoba Polres Simalungun menetapkan tersangka dengan Pasal Penyalahgunaan Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Subs pasal 132 ayat (1), (2) UU.RI. No.35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU.RI. No.11 tahun 2012 tentang sistem Peradilan Pidana anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.(brs).

Tag: » Dipublikasikan : September 24th, 2018 under Narkotika Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan