Medan pphe cyber news – Berdasarkan fakta fakta persidangan keterlibatan Efendy dalam kasus korupsi alat kesehatan RSUD perdagangan semakin jelas. 2 Saksi yang dihadirkan JPU menyatakan bahwa Efendy direktur CV Sumber Medica ternya terlibat meminta surat kelengkap dokument penawaran untuk kepentingan CV global sukses. Surat yang diminta oleh Efendy adalah surat dukungan dari distributor untuk melengkapi dokument penawaran yang di ajukan CV Global Sukses ke panitia lelang pengadaan alkes RSUD Perdagangan Kab Simalungun pada tahun 2011.

efendy

Efendy direktur cv sumber medica saat menjadi saksi di PN Medan.

Selain itu dalam persidangan penasehat hukum terdakwa juga telah menyampaikan bukti berupa rekenung koran CV Global sukses. Dalam rekening koran tersebut Efendi tercatat pernah menarik dana sebesar 3,5M melalui cek.

Berdasarkan KUHAP dua lat bukti sudah terpenuhi sebagai syarat penetapan Evendy menjadi tersangka dalam kasus korupsi alkes RSUD Perdagangan.

Saksi kunci Ali Sumitro juga mengungkapkan dengan jelas dipersidangan bahwa dirinya beserta Efendy terlibat langsung dalam memenanglan tender pengadaan alkes tersebut.

Isu suap sebesar 500 juta yang mendera penyidik kejatisu tak membuat pihak kejatisu langsung berniat membersihkan nama institusi tersebut dengan menetapkan Efendy sebagai tersangka. Kejatisu dibawah kepemimpinan M Husni sepertinya mati matian memperjuangkan status Efendy agar tak menjadi Tersangka.

Tersiar kabar bahwa M Husni selaku kepala kejaksaan tinggi Sumatera Utara juga terlibat mencicipi dana suap tersebut. Sehingga tak sedikitpun terlihat ada upaya menetapkan Efendy sebagai tersangka.

Tag: » Dipublikasikan : Juni 22nd, 2015 under Korupsi, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan