Medan pphe cyber news – Mejelis hakim PN  Medan yang diketuai  oleh Dewi Dayanto SH memvonis Martin Itali Zendarto dengan hukuman 2,6 tahun penjara terkait perkara korupsi mengadaan mobil dinas Pemkab Nias dengan terdakwa Martin Ali Zendarto, Selasa (1/4).

Marrin Itali Zendrova

Martin Itali Zendrova divonis hakim 2,6 tahun atau 1 tahun lebih tinggi dari tuntutan JPU yakni 1,6 tahun

Dalam sidang pembacaan putusan tersebut, majelis hakim memvonis Martin Itali Zendarto dengan hukuman penjara selama 2,6  tahun  dan denda sebanyak 100 juta rupiah subsider 3 bulan penjara. Putusan tersebut setahun lebih tinggi dari tuntutan JPU yang hanya menuntut 1,6 bulan penjara.

Dalam pertimbangannya majelis hakim mengatakan bahwa Martin Itali Zendarto selaku PPK di dinas Pendapatan pemkab Nias telah melakukan penunjukan langsung kepada CV Prima Perkasa terkait pengadaan mobil dinas sebanyak 35 unit.

Selanjutnya majelis hakim mengatakan bahwa proses pengadaan kenderaan dinas tersebut, Martin selaku PPK merekomendasikan kepada merk Toyota dan Mitsubisi. Bahkan Martin tidak membebankan pajak  pembelian kenderaan bermotor sebesar 15%.

Oleh karena itu Majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara senagaimana tuntutan JPU Firman Halawa yaitu melanggar pasal 3 UU No 35 tahun 1999.

Sebelumnya JPU Firman halawa menuntut Martin Itali Zendarto selama 1.6 bulan.

Sekedar mengingatkan, bahwa pada tahun anggaran 2011, pemkab Nias Gunung Sitoli mengalokasikan dana sebesar  8.7 Milyar untuk pembelian kenderaan dinas sebanyak  35 unit.

Martin Itali selaku PPK menunjuk langsung PT Prima Perkasa untuk pengadaan mobil dinas tersebut.

Seyogianya Martin membebankan pajak kenderaan dinas plat merah sebesar 15%, Namun Martin tidak melakukan penagihan atas pajak tersebut. Sehingga negara dirugikan sekira 891 juta.

Penyerahan kendaraan dinas juga dilakukan tidak sesuai kontrak. Seharusnya penyerahan dilalukan pada 18 April 2011 namun CV Prima Perkasa baru menyerahkan kenderaan dinas tersebut pada tanggal 5 Juli 2011.

Yang  anehnya penyerahan kenderaan dilakukan tanpa dokumen seperti STNK dan BPKB. Dan Martin Itali Zendarto tidak membuat berita acara penerimaan barang.

Selanjutnya pihak kejaksaan negeri Gunung Sitoli memproses dan menjadikan Martin Italia selaku PPK dan direktur utama CV Prima Perkasa sebagai tersangka. Sedangkan Kepala dinas Pendapatan Pemkab Nias lolos dari jeratan hukum

Sementara itu saat dihubungi pphe cyber news usai persidangan, Martin masih ragu ragu menyatakan banding atas putusan hakim. “Nanti banding bisa lebih tinggi lagi” ujar istri Martin.

Tag: » Dipublikasikan : Maret 31st, 2015 under Korupsi, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan