Teriakan Wankek Alias Ali Sumitro terkait dalang Korupsi Alkes RSUD Perdagangan Kab Simalungun kembali menghantam Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Sebelumnya Ali Sumitro juga membuat geger Kejaksaan Tinggi Sumut yang dipimpin oleh M Husni. Ali Sumitro alias Wankek membuat testimoni yang membeberkan adanya kong kali kong antara penyidik dengan Efendy direktur CV Sumber Medica.

ali sumitro

Ali Sumitro Saat Memberikan Keterangan di PN Medan

Pada sidang Senin (15/6)   yang lalu, majelis hakim PN Medan yang dipimpin oleh Marbun SH tercengang untuk kesekian kalinya. Pasalnya Efendy saksi kunci korupsi alkes simalungun mengatakan bahwa bukti bukti berupa faktur yang ada ditangan JPU adalah hasil rekayasa alias palsu.

Hal tersebut dikatakan Ali Sumitro sesaat setelah Efendy mengatakan bahwa pengambilan uang hasil pembayaran pengadaan Alkes RSUD Perdagangan dari rekening CV Global Sukses di Bank BNI  adalah berupa pembayaran hutang Ali.

“Kalau saya yang berhutang mengapa harus diambil dari rekening CV global sukses, bukti itu semua palsu” ujar Ali sambil menunjuk bukti hutang yang ditunjukan JPU.

Ali mengatakan bahwa dirinya dan Efendy bekerjasama dalam pengadaan Alkes di RSUD Perdagangan. Ali juga menjelaskan pada sidang tersebut bahwa semula ia memang mengakui semua adalah perbuatannya, dengan alasan Efendy akan meloby Penyidik, namun karena penyidik menahannya Ali merasa ditipu dan dikorbankan.

Merasa dikorbankan Ali kemudian membuat testimoni dan membeberkan semua fakta sebenarnya. Tidak hanya testimoni Di persidanganpun Ali berkoar koar bahwa Efendy terlibat dalam kasus Korupsi Alkes tersebut.

Bahkan isu penyuapan sebesar Rp 500 juta kepada penyidikpun sempat membuat geger kejatisu. Penasaran siapa yang dimaksud penyidik dalam kasus alkes RSUD Perdagangan, pphe cyber news menelusuri hingga keruangan kasidik kejatisu yang dijabat oleh Novan. Oleh staff kasidik pphe diarahkan langsung mengklarifikasi kepada Hendrik Silitonga sebagai ketua tim penyidik korupsi Alkes RSUD Perdagangan Kab Simalungun walaupun akhirnya diralat ke kasipenkum.

Anehnya lagi meski uang hasil pembayaran dari RSUD Perdagangan mengalir ke Efendy, namun Kejatisu masih terkesan membela Efendy. R Zega Aspidsus Kejatisu yang berhasil diwawancarai wartawan terkait bukti baru pengambilan uang oleh Efendy dari rekening CV Global Sukses  mengatakan itu adalah pembayaran hutang Ali.

Aspidsus terlihat menjadi penyambung lidah Efendy, bahkan seperti melegitimasinya. Padahal Kejaksaan selaku aparat hukum bukan mengejar pengakuan para pihak yang terkait pidana, melainkan mengejar bukti agar peristiwa pidana terungkap dengan sebenar benarnya.

Tag: » Dipublikasikan : Juni 22nd, 2015 under Korupsi, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | 1 Comment »

1 tanggapan to “Korupsi Alkes : JPU Kejatisu Hadirkan Bukti Palsu”

  1. Patrick berkata:

    itu menurut saya. bnaayk orang besar lahir dengan kebesarannya. mereka tahu apa yang dipilih hingga menjadi besar. Tapi ada sesuatu yang tidak bisa dipilih, salah satunya mengulur-ngulur kematian, saya rasa itu mustahil, hehe..


Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan