Medan pphe Cybernews – Kejaksaan tinggi sumatera utara menahan tiga tersangka dari 12 tersangka terkait korupsi pengadaan alat kesehatan dari 2 kabupaten yaitu, kabupaten simalungun dan kabupaten serdang bedagai. Satu tersangka bernama berasal Direktur

Korupsi Alat Kesehatan Digiring Ke mobil Tahanan

Tiga Tersangka Korupsi Alat Kesehatan Digiring Ke mobil Tahanan

CV Global Sukses (pihak rekanan) kabupaten Simalungun dan 2 tersangka lainnya masing masing bernama HN dan SL berasal dari serdang bedagai.

Hal tersebut dikatakan kasipenkum kejatisu Chandra Purnama digedung kejatisu usai pengiriman ketiga tersangka ke rutan Tanjung Gusta Medan, Senin 8 Desember 2014.

Selanjutnya Chandra mengatakan bahwa penahanan ini merupakan rangkaian penyelidikan di empat kabupaten kota yang terindikasi melakukan mark up harga alat alat kesehatan. Untuk masing masing kabupaten kota di sumatera utara mendapat dana pembelian alat alat kesehatan masing masing satu milyar lebih.

Sebelumnya  Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara telah memeriksa 12 tersangka dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) dari berasal dari Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, Kota Tanjung Balai, dan Kabupaten Serdang Bedagaisenilai Rp 116 miliar yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2012.

Dari jumlah 12 tersangka korupsi itu, yakni BH, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Alkes pada RSUD dr Hadrianus Sinaga, Pangururan Kabupaten Samosir dengan anggaran senilai Rp 5 miliar. Tersangka AS, pihak rekanan Wakil Direktur CV JT dan tersangka FS, Ketua Panitia Lelang, tersangka HS dari PPK, tersangka A, Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa.

Kemudian, tersangk RLT, Direktur PT. AWK (pihak rekanan pemenang lelang) pengadaan Alkes pada RSUD dr. Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai, dengan anggaran senilai Rp 5 miliar.

Tersangka DK (PPK), tersangka HN Ketua Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) dan tersangka SL, Direktur CV. MIJ (pihak rekanan) pengadaan Alkes pada RSUD dr Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai dengan anggaran senilai Rp 5 miliar. Tersangka JES (PPK), tersangka RS Ketua Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan/Pokja ULP.

Tersangka A Direktur CV Global Sukses (pihak rekanan) pengadaan Alkes pada RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun, anggaran berasal dari sumber dana dekonsentrasi dan dana pembantuan sebesar Rp 5 miliar tahun anggaran 2012.

Kejati Sumut telah menetapkan ke-12 tersangka pada Rabu, 17 September 2014 terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat-alat kesehatan senilai Rp116 miliar yang bersumber dana dari APBN tahun anggaran 2012.

Chandra menambahkan, penetapan tersangka itu, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik terhadap sejumlah saksi-saksi yang mengetahui dugaan korupsi tersebut.

“Kejati Sumut masih terus mendalami dan mengembangkan kasus korupsi tersebut, dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah tersangka lainnya,” kata Chandra

Tag: » Dipublikasikan : Desember 8th, 2014 under Korupsi, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan