Medan pphe cyber news – Aktor utama perkara korupsi Alkes RSUD perdagangan yang diduga disembunyikan oleh penyidik

ali sumitro

Ali Sumitro Saat Memberikan Keterangan di PN Medan

kejaksaan tinggi Sumatera Utara terkuak. Pasalnya dalam sidang lanjutan perkara korupsi Jumat (12/6) di PN Medan, saksi Wan Kek alias Ali Sumitro membeberkan peran Efendy direktur CV sumber medica sebagai pelaku utama perkara korupsi alkes RSUD Perdagangan.

Didepan majelis hakim PN Medan yang dipimpin oleh Nelson Marbun SH, Wan Kek Alias Ali Sumitro mengatakan awalnya Efendy sebagai donatur telah mendapat proyek pengadaan Alkes di RSUD perdagangan. Namun untuk mengikuti lelang siluman, Efendy direktur  CV sumber Medica  memakai  dirinya untuk melengkapi segala sesuatu untuk lelang. Ali Sumitro mengaku hanya pekerja dan mendapat upah 100 juta.

” saya dihubungi Efendy dan mendapat upah 100 juta untuk pengadaan perusahaan dan dokumen lelang, terkait pembelian barang Efendy yang mengatur semuanya”  ujar Ali kepada majelis hakim.

Ali Sumitro juga mengatakan bahwa sebahagian besar isi BAP yang dibuat tim penyidik kejatisu adalah tidak benar. Sebab menurut Ali awalnya dia memang memberikan keterangan tersebut karena arahan Efendy dengan catatan Efendy akan mengurus segalanya, serta mengembalikan kerugian negara. Namun faktanya  Efendy ingkar janji.

Selanjutnya Efendy mengatakan meskinpun belum tender namun CV Global Sukses telah dijamin sebagai pemenang karena Efendy telah berhasil melobi Drg Amdrianto Direktur RSUD Perdagangan. Bahkan Ali Sumitro mengaku dipertemukan dengan Direktur RSUD Perdagangan.

Mengenai HPS Ali juga menyebutkan bahwa semuanya ditentukan oleh Efendy dan seorang staffnya bernama Julian.

“HPS ditentukan oleh Efendy dan staffnya Julian, saya hanya minta nama nama barang ke PPK” ujar Ali.

Ali Sumitro  juga  mengatakan bahwa dirinya dan Efendy pernah bertemu dengan  Drg Amdrianto dan Ramli selaku anggota PPK disebuah hotel di Siantar.

“Saya dan Efendy bertemu Amdrianto  dan Ramli di hotel siantar, untuk memperkenalkan staffnya” ujar Ali Sumitro.

Pernyataan Ali Sumitro terkait  pertemuan Efendy dengan direktur RSUD Perdagangan di Siantar dipertegas oleh Ramli yang saat itu juga sekaligus di sidangkan.

“Terkait pertemuan di siantar hotel nama namanya emang benar, namun tidak ada membicarakan pengaturan lelang” ujar Ramli saat ditanyakan kebenaran keterangan Ali Sumitro oleh majelis hakim.

Terkait Aliran dana hasil pembayaran dari RSUD Perdagangan ke CV Global Sukses Ali Sumitro mengatakan bahwa dana sekira 5 Milyar hanya numpang lewat, dan langsung Efendy minta dibukakan cek untuk dicairkan.

” begitu pembayaran Efendy langsung menemui Andrianto direktur CV Global Sukses untuk dibukakan cek” ujar Ali kepada majelis hakim saat ditanyakan berapa hari dana hasil pembayaran mengendap di rekening Andrianto.

Sebelumnya pada sidang Senin (8/6) , juga terkuak bahwa pembelian salah satu barang yang dikirimkan ke RS perdagangan bukan berasal dari CV global sukses melainkan CV sumber Medica dimana Efendy sebagai direktur utamanya.

» Dipublikasikan : Juni 12th, 2015 under Korupsi, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan