Medan pphe cyber News –   Kejari Medan menahan kepala SMKN Binaan Provinsi Sumatera Utara, M Rais. Selain menahan M Rais Kejari Medan juga menahan Riswan, Kasubbag Tata Usaha SMKN , Senin (30/11).

Penahanan Kedua kedua tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan sekolah di SMK Negeri Binaan Provinsi Sumut yang merugikan negara Rp 4,8 Miliar  tahun anggran 2014 senilai Rp 11,57 miliar.

Kajari Medan, Samsuri mengatakan, penahanan dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses penyidikan. “Kedua tersangka ditahan selama 20 hari ke depan dan masih bisa kita minta perpanjang 40 hari ke penuntut umum,” kata Samsuri di Kejari Medan, Senin (30/11).

Samsuri mengatakan, penahanan terhadap keduanya dilakukan usai dilakukan pemeriksaan dan BAP selama enam jam. Kedua tersangka kemudian langsung dibawa menuju Lapas Tanjung Gusta, Medan.

Dalam kasus ini, Samsuri menjelaskan, Rais memiliki keterlibatan selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Riswan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Mereka pengadaan peralatan mesin untuk praktik di SMK Binaan Pemprov Sumut.

Rais dan Riswan ditetapkan sebagai tersangka sejak April 2015 lalu. Keduanya dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Penahanan dilakukan usai hasil audit BPKP Sumut keluar pada November 2015.

Menurut Samsuri, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Saat ini, pihak penyidik terus melakukan pengusutan, termasuk memanggil Kepala Dinas Pendidikan Sumut dan rekanan yang terlibat dalam proyek pengadaan mesin tersebut.

Tag: » Dipublikasikan : November 30th, 2015 under Korupsi Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan