Binjai pphe Cyber News – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Binjai telah menetapkan dua tersangka baru terkait dugaan korupsi alat-alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Kota Binjai senilai Rp 8,5 miliar, yang bersumber dari dana TP-APBN 2012.

Benhar S Zain Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Binjai, menjelaskan dua tersangka baru itu, yakni S selaku ketua panitia pengadaan dan NH selaku Penyalur Alkes di Dinkes Kota Binjai. Keduanya ditetapkan tersangka, setelah dilakukan pengembangan dalam kasus tersebut.

“Dua tersangka baru telah kami tetapkan. Jadi, untuk tersangka kasus Alkes Dinkes Binjai sudah ada empat orang tersangka,” ujar Benhar S Zain, Senin (6/4).

Menurut Zain, keduanya memiliki peran masing-masing,  dan diduga terlibat dalam kasus korupsi Alkes ini, sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka memiliki peran, dari perencanaan, pelelangan hingga pelaksaan dari pengadaan Alkes itu,” jelas Benhar S Zain.

Selain itu, Kejari Binjai juga menetapkan dua tersangka lainnya, masing-masing berinsial EN sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dan FGH sebagai rekanan dalam kasus korupsi ini.
Penyidik Pidsus Kejari Binjai juga terus mendalami kasus ini, untuk mengungkap tersangka lainnya untuk dimintai pertanggungjawaban atas kasus korupsi itu.

Zain mengatakan, dalam kasus korupsi ini, terjadi mark-up harga yang dilakukan para tersangka sehingga merugikan keuangan negara.
“Dugaan kerugian dengan modus penggelembungan harga/mark up lebih kurang 4 Milyar,” jelasnya.

Untuk tindaklanjut korupsi selanjutnya, Pihak Kejari Binjai akan melakukan kordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut.”Untuk kerugian seluruhnya menunggu hasil audit BPKP Sumut,” cetusnya.

Disinggung dengan penahanan terhadap keempat tersangka tersebut? Benhar S Zain mengungkapkan penahanan dilakukan setelah hasil kerugian negara didapatkan dari BPKP Perwakilan Sumut.

“Menunggu audit BPKP, lebih cepat, lebih bagus (untuk dilakukan penahanan tersangka),” pungkasnya.

Tag: » Dipublikasikan : April 7th, 2015 under Korupsi Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan