Jakarta pphe cyber news – Kejaksaan Agung akhirnya memeriksa memeriksa‎ Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, Senin (30/11/2015).‎ Erry diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial tahun anggaran 2011-2013.

Tiba di Kejaksaan Agung, Erry tak banyak bicara. Dia mengaku pemeriksaannya kali merupakan pemanggilan ulang lantaran tidak bisa hadir pada pemanggilan pekan lalu, Kamis (26/11).

“Hari ini saya diperiksa sebagai saksi,” ujarnya di gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, Penyidik Kejagung Senin (2/11/2015) lalu, resmi menetapkan Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2013. Selain Gatot, satu tersangka lain yang telah ditetapkan oleh Kejagung yaitu Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumut, Eddy Sofyan.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara, kerugian keuangan negara yang ditimbulkan atas kasus ini mencapai Rp2,2 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Amir Yanto mengatakan Erry diperiksa kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Pembina Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) untuk APBD Perubahan 2013 dalam proses penyusunan APBD Perubahan terkait dana hibah dan bansos TA 2013.

“Hari ini Wagub Sumut diperiksa, pemeriksaan terkait penandatanganan NPHD (naskah perjanjian hibah daerah) dan pertangungjawaban penerimaan hibah,” ujar Amir di Gedung Bundar Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Penyidik juga menanyakan Erry seputar alur pencairan hibah atau bansos  sebesar Rp100 juta sampai dengan Rp200 juta yang ditandatangani oleh Tengku Erry disaat menjabat Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara.

Dalam pemeriksaan kali ini, penyidik mengajukan 22 pertanyaan kepada Erry. Amir juga mengatakan belum mengagendakan penjadwalan ulang Tengku Erry.

“Nanti hasilnya pemeriksaan kali ini akan dievaluasi lebih dulu apakah masih diperlukan keterangannya. Dipanggil sebagai saksi lagi atau tidak,” jelasnya.

Ketua DPW Partai Nasdem Sumut itu hadir di Gedung Bundar pada pukul 10.15 WIB. Dia hadir dengan menggunakan kemeja kotak-kota dengan didampingi oleh kuasa hukumnya. Dia keluar dari Gedung Bundar Kejagung pada pukul 19.20 WIB.

Tag: » Dipublikasikan : November 30th, 2015 under Korupsi Oleh redaksi | 2 Comments »

2 Responses to “Kejagung Periksa T Erry Plt Gubsu”

  1. rudi hutagaol berkata:

    terkait kasus bansos tengku ery yg menjabat gubsu skrg memang harus dipriksa karna sewaktu bupati sergai banyak bangunan yg tidak teralisasi seperti pembangunan irigrasi dan bantuan pkk tj beringin hanya untuk peternakan nyatanya nol pdahal dananya dah cair ternaknya nga ad


Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan