Medan pphe Cybernews

Upaya Eksekusi Rahudman Harahap, Walikota Medan Nonaktif semula mendapat perlawanan. Tim gabungan dari Kejaksaan

Eksekusi Rahudman Dikawal Puluhan Personel Brimob Bersenjata Lengkap

Eksekusi Rahudman Dikawal Puluhan Personel Brimob Bersenjata Lengkap

Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Padang Sidempuan Senin (14/4) dini hari sempat dibuat pusing oleh Rahudman karena menolak dilakukan eksekusi. Tim Eksekusipun seperti mendapat ancaman dari antekantek Rahudman.

Namun upaya Rahudman menolak eksekusi kandas setelah Tim gabungan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Padang Sidempuan, dibantu puluhan personel Brigade Mobil, menjemput Rahudman dari sebuah rumah di Jalan Sei Serayu, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru. Rahudman Harahap kemudian dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, Selasa, 15 April 2014.

Penjemputan Rahudman berlangsung dalam suasana tegang. Puluhan personel Brimob dan satu unit mobil penghalau massa siaga di sekitar rumah Rahudman. Situasi itu menarik perhatian warga. Sejak kemarin petang hingga tadi malam beredar kabar Rahudman akan dieksekusi oleh tim kejaksaan. “Baru hari ini bisa kami eksekusi dengan berbagai pertimbangan,” kata juru bicara Kejaksaan Tinggi Sumut, Chandra Purnama Selasa, 15 April 2014.

Sebelumnya Rahudman terlibat kasus korupsi dana Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan tahun anggaran 2005. Perbuatan itu dilakukan bersama Bendahara Kabupaten Tapanuli Selatan, Amrin Tambunan. Akibatnya terjadi kerugian negara Rp 2,071 miliar atau setidaknya Rp 1,5 miliar, sesuai hasil penghitungan Badan Pengawas Keuangan Pembangunan Perwakilan Sumut.

Dalam sidang Putusan di Pengadilan tipikor Medan Rahudman mengerahkan ratusan massa mendukungnya agar majelis hakim membebaskan Rahudman. Akhirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, dalam persidangnnya pada Agustus 2013, membebaskan Rahudman karena dinilai tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi atau menyalahgunakan kewenangannya. Padahal jaksa menuntutnya dengan hukuman 4 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan, serta harus membayar uang pengganti kerugian negara Rp 480.895.500. Jika kewajiban itu tidak dibayar dalam waktu 1 bulan, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang.

Jaksa menempuh upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Majelis Hakim Mahkamah Agung, yang terdiri dari Mohammad Askin, M.S. Lumme, dan Artidjo Alkostar, mengabulkan kasasi jaksa dan menyatakan Rahudman bersalah dan diganjar hukuman lima tahun penjara.

Sementara, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IA Medan (Rutan Tanjung Gusta) Tonny Nainggolan mengatakan saat dikomfirmasi (15/4) mengatakan, Rahudman diserahkan ke rutan sekitar pukul 12.50 WIB. Setibanya, Rahudman menjalani cek kesehatan dan dinyatakan sehat.

Tonny menyebutkan, Rahudman ditempatkan di blok khusus tipikor, yakni Blok A Kamar 3 bersama tahanan/napi korupsi lainnya. “Dia di tempatkan di Blok A Kamar 3 yang kapasitasnya lima orang, tapi sekarang sudah diisi 10 orang. Jadi dia bergabung dengan tahanan tipikor lainnya,” ujar Tonny.

Ditanya siapa saja tahanan/napi kasus tipikor lainnya itu, Tonny menyebutkan di antaranya Basyrah Lubis (mantan Bupati Padang Lawas), Azzam Rizal (mantan Dirut PDAM Tirtanadi Sumut) dan Ridwan Panjaitan (asisten pribadi Gubsu), Muhammad Hidayat Batubara (mantan Bupati Madina).

Tag: » Dipublikasikan : April 15th, 2014 under Korupsi, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan