MEDAN pphe CyberNews

Majelis hakim tipikor Medan menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda sebanyak 200 juta rupiah subsider 6 bulan penjara kepada Chairul Windu Harahap mantan Kadis PU Pemkab Palas Kerena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana

Mendengarkan Putusan Majelis Hakim Tipikor Medan

Chairul Windu Mendengarkan Putusan Majelis Hakim Tipikor Medan

korupsi secara bersama sama dengan mantan Bupati Pemkab Palas, ( Senin 14  April 2014).

Menurut Majelis hakim, Chairul Windu Harahap terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai pembacaan putusan, masing-masing pihak dalam hal ini penuntut umum maupun penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Sebelumnya JPU menuntut Chairul Windu Harahap 4 tahun penjara.

Chairul Windu Harahap bersama Basyrah Lubis mantan bupati Padang Lawas diduga korupsi pada Proyek pembangunan Kantor Bupati Padanglawas (Palas) yang tak sesuai aturan yang berlaku. Perbuatan korupsi tersebut dilakukan dengan cara, pembayaran dilakukan ke pihak rekanan, yakni PT Bungo Pantai Bersaudara sebesar Rp6,04 miliar dari nilai proyek Rp216 miliar sebelum pekerjaan dilakukan.

Sebelumnya Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan menjatuhi hukuman dua tahun penjara terhadap mantan Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis. Selain itu hakim ketua Dwi Dayanto SH menghukum terdakwa untuk menbayar denda Rp100 juta. subsidair 3 bulan kurungan, karena melakukan tindak pidana korupsi mengubah sistem pelaksanaan pembangunan gedung pemerintahan dari tahun tunggal menjadi tahun jamak (multi years) di Kabupaten Palas

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntuan jaksa penuntut umum (JPU), Polim Siregar SH yang menuntut terdakwa selama 4 tahun enam bulan penjara dan membayar denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Majelis Hakim diduga Disuap

Isu miring tentang adanya suap terhadap majelis hakim yang dipimpin oleh Dwi Dayanto SH atas putusan 2 tahun penjara kepada Basyrah Lubis mulai terkuak. Hal tersebut karena Majelis Hakim yang menyidangkan perkara yang sama dengan terdakwa Chairul Windu Harahap justruk menjatuhkan vonis 4 tahun kepada chairul.

Padahal Dalam pertimbangan majelis hakim dipimpin oleh Dwi Dayanto SH menyatakan Basyrah Lubis terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangan sebagai Bupati Palas dalam, menandatangani kebijakan dalam pembiayaan proyek pembangunan kantor bupati dan gedung DPRD Palas sebesar Rp 6,048 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2009.

Sementara mantan Kadis PU dan Pertambangan Kabupaten Palas Chairul Windu Harahap hanya sebagai pengguna dan pelaksana pengerjaan proyek.

Tag: » Dipublikasikan : April 14th, 2014 under Korupsi, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan