Medan pphe Cyber news – Belakangan ini deretan pejabat di Sumatera Utara dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Labura Dicokok KPK

Bupati Labura Dicokok KPK

Belum usai kasus yang menjerat sebanyak 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang jadi tersangka baru kasus suap Gatot, kali ini KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan, Selasa (17/7/2018).

KPK disebut menangkap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap (PH).

“Iya benar, ada kegiatan di Labuhan batu dan Jakarta,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Menurut Febri, dalam kegiatan penindakan tersebut ada lima orang yang ditangkap.

Mereka yang ditangkap di Jakarta akan dibawa ke Gedung KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

Penyidik KPK tengah melakukan pemeriksaan intensif pada Bupati Labuhan batu, Pangonal Harahap.

Bupati Pangonal Harahap dan ajudannya diamankan Satgas KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

“Bupati dan ajudan sudah berada di kantor KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (17/7/2018) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain menangkap bupati dan ajudan di Jakarta, penyidik juga menangkap tiga orang lainnya di Labuhan batu, Sumatera Utara.

Operasi Tangkap Tangan Bupati dan Ajudannya Ditangkap KPK, Inilah Daftar Pejabat di Sumut yang Dicokok KPK

Satu dari yang diamankan, terang Febri, adalah pihak swasta.

Dilansir dari Tribunnews.com, Febri melanjutkan, pihaknya memiliki waktu 1×24 jam untuk memeriksa dan menentukan status‎ hukum lima orang yang diamankan tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, KPK belum melakukan paparan terkait dugaan perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah selaku penyelenggara negara teresbut.

PH terpilih menjadi Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara bersama wakilnya Andi Suhaimi.

Mereka berdua menjabat untuk periode 2016-2021.

Harus Dipecat

Menanggapi adanya OTT KPK terhadap oknum Bupati Labuhanbatu ini, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, bila Bupati Labuhan Batu PH tersebut ditangkap KPK, maka harus ada sanksi dari partai.

“Jika benar PH kena OTT maka DPP PDIP Perjuangan diminta segera memecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Perjuangan Labuhanbatu,” ujarnya Selasa (17/7/2018) malam.

Sutrisno menambahkan, tindakan korupsi yang dilakukan pejabat publik merupakan tindakan pribadi.

Artinya, tidak ada kaitannya dengan PDIP

Karena itu, tindakan yang dilakukan Bupati PH sangat memalukan dan mencoreng nama baik PDIP.

Menurutnya, pemecatan dilakukan agar ada efek jera bagi kader yang doyan korupsi.

Karena itu, pemecatan dan pergantian Ketua DPC PDIP Labuhan Batu dibutuhkan segera dalam rangka menghadapi pemilu legislatif 2019.

Artikel ini sudah dipublikasikan di tribun-medan.com dengan judul Bupati dan Ajudannya Ditangkap KPK, Inilah Daftar Pejabat di Sumut yang Dicokok KPK

Tag: » Dipublikasikan : Juli 18th, 2018 under Korupsi Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan