Medan pphe Cyber News – Simpang siurnya tentang keberadaan asset para koruptor yang telah disita oleh Kejaksaan kini mulai

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara  M Husni SH

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara M Husni SH

menjadi perhatian dari Jaksa Agung. Kejagung merencanakan akan membentuk satuan pengawasan Asset yang telah disita dari para koruptor sehingga nantinya Aset yang disita dapat lebih bermanfaat mengembalikan kerugian negara,

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara , M Husni SH mengutip kata sambutan dari Jaksa agung RI dalam komprensi Pers di gedung Kejatisu , Selasa (22/7) dalam rangka menyambut peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HUT Adhyaksa) ke 54.

Dalam Kesempatan tersebut Asisten Pidana Khusus Kejatisu M.Roem menjelaskan Uang sebesar itu, dari beberapa kasus korupsi yang telah ditangani oleh Kejati Sumut setahun terakhir ini.Bahkan menurut Muhammad Roem,  penyelamatan uang negara ditahap tuntutan terkait dengan perkara alkes dibeberapa tempat mencapai Rp 7 milyar.

Lebih lanjut, Asisten Pidana Khusus Kejati Sumut M.Roem memaparkan dalam setahun terakhir ini, Kejatisu menyidik 7 perkara hingga dengan rincian  2 perkara dalam dugaan korupsi pembuatan peta bencana di Dairi dan Karo.Tiga  perkara dalam dugaan korupsi pegawai Pertamina, dan 2 perkara dugaan pengadaan lahan Sirkuit IMI.

Kejaksaan juga saat ini tengah menyidik tiga perkara yang kemungkinan akan naik ke tahap penyidikan yaitu Alkes Tanjung Balai Asahan, Alkes Samosir dan SMA Muhammadiyah Plus.

Sementara untuk tahap penuntutan ada 14 perkara, 7 perkara penuntutan dana bencana di Palas,3 perkara yang akan segera diajukan penuntutannya yaitu DAK Diknas Medan, dan 3 perkara tunggakan kasus yang lama yaitu pembendungan bendungan Siuntolan, kasus DPRD Nisel.

Tag: » Dipublikasikan : Juli 22nd, 2014 under Hukum Dan Kriminal Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan