Medan pphe Cyber News – Noor Azhar Azis Konsulat Muda Malaysia sepertinya ingin mencampuri proses persidangan yang

Royal_Malaysian_Police

Royal Malaysian Police

digelar oleh Majelis Hakim PN Medan. Pasalnya hanya karena terlambat mengetahui persidangan Salim bin Muhammad Yosuf oknum Polisi Diraja Malaysia yang menjadi terdakwa karena tertangkap tangan saat membawa sabu seberat 0.5 gram di Bandara Internasional Polonia Medan pada Mei 2013 lalu.

Noor Azhar Azis mengatakan bahwa kasus yang menimpa polisi di negaranya itu, pihaknya baru mengetahui beberapa hari yang lalu yang mana, informasi penangkapan dan persidangan terdakwa tertahan di kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta. Oleh sebab itu Noor Azhar Azis minta sidang diulang.

“Kita mengikuti proses hukum sesuai dengan hukum di Indonesia. Kita baru mendapatkan kabar ini. Masalahnya, waktu dari Kedubes 2 bulan tertahan dan baru kita tahui, baru kali ini saya mengikuti sidang. Jadi kami minta proses sidang diulang,” ungkap Noor Azhar Azis sembari berlalu meninggalkan gedung PN Medan.

JPU Bantah Kedubes Malaysia Tidak Mengetahui Persidangan

Menanggapi permintaan Noor Azhar Azis tersebut, JPU Nerlilasari mengatakan bahwa ketika pembacaan dakwaan dan sidang-sidang sebelumnya sudah dihadiri seseorang dari Kedubes Malaysia.

“Ketika dakwaan dan sidang-sidang sebelumnya ada orang yang datang dari Kedubes,” katanya.

Majelis Hakim Emosi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, terlihat emosi melihat sikap Salim bin Muhammad Yosuf oknum Polisi Diraja Malaysia yang menjadi terdakwa karena tertangkap tangan saat membawa sabu seberat 0.5 gram di Bandara Internasional Polonia Medan pada Mei 2013 lalu.

Kemarahan Ketua Majelis Hakim, Muhammad Isya ini ketika melihat kelakuan sang polisi Malaysia yang malahan membacakan kronologis penangkapan yang dialami, padahal agenda sidang untuk mendengarkan nota pembelaan atau pledoi sehingga majelis langsung menegurnya.

“Tak usah dibaca semuanya, apa kesimpulan dari pembelaan (pledoi) yang mau Anda sampaikan,” katanya.

Setelah ditegur oleh hakim, terdakwa menjelaskan bahwa tuntutan dari JPU terlalu berat dan meminta keringanan. Terdakwa kemudian menyerahkan pledoinya kepada majelis hakim. Setelah pledoi tersebut diterima oleh majelis hakim, kemudian dibacakannya ulang.

“Jadi, kesimpulan pembelaan terdakwa tuntutan terlalu berat, dan pembelaan terdakwa tidak pernah dilibatkan dalam bertanya selama persidangan. Waduh, cemana ini,” ucap Majelis hakim yang bingung dengan isi pledoi terdakwa.

Tag: » Dipublikasikan : Februari 12th, 2014 under Hukum Dan Kriminal, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan