Medan pphe cybernews – Pengadilan Perikanan pada pengadilan negeri Medan, menjatuhkan vonis ringan kepada 2 Warga asing pelaku illegal Fishing, Kamis (26/3).

Illgal fishing

Dua warga asing pelaku illegal fishing di adili oleh Pengadilan Perikanan PN Medan

Ho Chi Chom, warga negara Malaysia selaku Nakhoda Kapal KM B 677 GT 60 divonis 1,6 tahun denda 750 juta subsider 3 bulan penjara. Sedangkan Tun Naing alias Sat  oo warga Myanmar selaku ABK juga divonis 1,6 bulan, denda 500 juta subsider 3 bulan penjara.

Keduanya dinilai turut serta melakukan tindak pidana illegal fishing di selat Malaka yang masih termasuk wilayah yudiristik kawasan ekonomi eksklusif Indonesia. Kedua warga negara asing ini dijerat menggunakan pasal 92 UU no 31 sebagaimana diubah menjadi UU no 45 tahun 2009 junto pasal 55 KUHP.

Dalam pertimbangannya majelis hakim  pengadilan perikanan pada pengadilan negeri Medan yang diketuai oleh Marsudin Nainggolan menyatakan, bahwa kedua terdakwa secara bersama sama melakukan kegiatan illegal fishing  pada hari Selasa tanggal 27 Januari 2015 di selat Malaka yang masih termasuk kawasan ekonomi eksklusif Indonesia.

Berbuatan  illegal fishing tersebut dilakukan dengan menggunakan pukat troll pada kapal KM B GT 60, sehingga dapat merugikan pemerintah indonesia dan para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut serta merusak ekosistim perikanan di Indonesia.

Selain menggunakan pukat troll yang sangat dilarang karena dapat mematikan larva ikan,  kedua terdakwa juga tidak dilengkapi izin pengusahaan ikan dari  pemerintah Indonesia.

Pada akhir putusannya majelis hakim menetapkan agar barang bukti berupa Kapal KM B GT 60, 1 unit pukat Troll dan GPS dirampas untuk dimusnahkan.

Sebelumnya JPU, Ivan dari kejaksaan negeri Belawan menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara denda satu milyar rupiah.

Tag: » Dipublikasikan : Maret 26th, 2015 under Hukum Dan Kriminal, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan