Medan pphe cyber news – Penasehat hukum terdakwa korupsi Hasban Ritonga menyoroti perlakuan hukum terhadap Hasban Ritongan dan rekannya Chairil Anwar. Perlakuan hukum yang direrima oleh keduanya dinilai berlebihan seperti menggunakan densus 88 anti terror untuk menangkap Hasban.

Hasban Ritonga

foto sidang : Ditangkap Densus 88 Hasban Ritonga Minta Bebas

Selain itu penasehat hukum Hasban juga merasa terdakwa dirugikan karena adanya pengurangan pasal oleh JPU  Lila Nurainin Nasution.

Setidaknya ada 3 pasal yang disertakan penyidik dari Mabes Polri dalam BAP , namun didalam dakwaan JPU, pasal tersebut tidak diikut sertakan. Hal ini menyebabkan kerugian terhadap Hasban Ritonga dan chairil Anwar.

Demikian disampaikan oleh penasehat hukum Hasban Ritonga dalam nota pembelaannya pada sidang, Selasa (14/4) di depan majelis hakim PN Medan yang dipimpin oleh  Dahlan Sinaga SH.

Sebelumnya Hasban Ritonga dan khairul Anwar mantan kadispora Sumut terkait kasus sengketa lahan Sirkuit IMI Jalan Pancing Medan.

Kemudian oleh JPU Lila Nasution menuntut kedua terdakwa  masing masing 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

JPU Diduga Disuap

Desas desus tentang adanya suap merebak saat penanganan kasus Hasban Ritonga dan Khairul Anwar saat ditanganin kejaksaan. Namun kebenaran isu suap tersebut masih perlu dipertanyakan. Melihat tuntutan JPU yang sangat ringan dan pengurangan pasal dibandingkan keseriusan Mabes Polri dalam melakukan penangkapan hingga menggunakan Densus 88 tentulah kasus yang melibatkan Hasban Ritonga dan Khairul Anwar perlu diselidiki lebih dalam.

Hingga berita ini diturunkan pphe cyber news tidak berhasil mengungkap dugaan suap terhadap JPU tersebut.

» Dipublikasikan : April 14th, 2015 under Breakingnews, Hukum Dan Kriminal, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan