Medan pphe cyber news – PN Medan kembali menyidangkan perkara penyelenggaraan transmisi multimedia atau internet tanpa izin dengan terdakwa Cokro Harianto, Senin (23/3). Dalam sidang kali ini majelis hakim PN Medan yang diketuai oleh Parlindungan SH menganggendakan pembacaan putusan.

IMG_20150323_150433_225x300

Cokro Harianto Penyelenggara Akses Internet Tanpa Izin Divonis Percobaan

Dalam putusannya Majelis hakim menyatakan bahwa  Cokro Harianto terbukti melanggar pasal 11 ayat (1) junto pasal 47 UU  36 tahun 1999 tentang telekomonikasi.

Oleh karena itu, majelis hakim menjatuhkan putusan 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun. Namun Cokro Harianto tidak perlu menjalani tahanan penjara terkecuali selama masa 1 tahun ditemukan perbuatan melawan hukum.

Sebelumnya Cokro Harianto menyelenggarakan akses internet multimedia layaknya seperti provider. Joko membeli bandwith internet melalui indosat  seharga 1.7 juta, dan kemudian dijual kepada 74 pelanggan dengan rincian sekira 1 juta perbulan/pelanggan.

Cokro menggunakan sebuah tower pemancar yang dioperasikan melalui satu unit radio link dan sebuah komputer sebagai server.

Namun aksi jual beli bandwith internet multimedia tersebut tidak dilengkapi izin sebagaimana yang dimaksud oleh pasal 11 ayat (1) UU no 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.

Vonis hakim yang menghukum Joko Harianto dengan 6 bulan penjara tanpa dijalankan dan 1 tahun percobaan sepertinya terlalu ringan.

Sebab berdasarkan pasal 47 UU no 36 tahun 1999 disebutkan bahwa setiap orang menyelenggarakan akses internet multimedia tanpa izin dari Menteri telekomunikasi siancam hukuman pidana maksimum 6 tahun penjara.

Tag: » Dipublikasikan : Maret 23rd, 2015 under Hukum Dan Kriminal Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan