Medan pphe cyber news – Rasa Keadilan dalam masyarakat terusik kembali. Rusman Simanjuntak (73) tahun warga Percut Sei Tuan Kab Deli Serdang Sumatera Utara dijebloskan JPU Eko Maranata Simbolon Kedalam Bui. Kakek tua renta dan berambut putih inipun terpaksa menghuni Rutan Medan Labuhan karena dituding telah merusak tanaman jagung milik Timour Tampubolon.

Kejadian bermula sekira bulan April 2014. Pada saat itu Rusman Merasa geram dengan ulah adiknya yang menjual lahan warisan tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya termasuk dirinya sendiri. Di temanin Istrinya Lasmaria Br Sianipar (41), Rusman mengunjungi tanah yg didengarnya telah beralih menjadi milik orang lain.

Menurut Rusman ia hanya mencabut 3 rumpun pohon jagung dilahan tersebut. Disinilah awal mala petaka mulai terjadi. Timour Tambunan merasa telah membeli lahan dari Angkus Simanjuntak yang tak lain adik kandung Rusman sendiri, keberatan terhadap ulah Rusman yang mencabut pohon Jagung miliknya, Timour-pun melaporkan Rusman ke Polsek Percut Sei Tuan.

Proses hukum-pun berjalan, Rusman jadi tersangka, namun pihak kepolisian percut sei tuan tidak menahan Rusman.

JPU Minta Uang 10 Juta

Menurut keterangan Aldi Simanjuntak yang merupakan ponakan Rusman, saat polsek percut sei tuan melimpahkan perkara ke Kejaksaan cabang medan labuhan, JPU Eko Maranata Simbolon meminta uang sejumlah 10 Juta rupiah agar tidak melakukan penahanan. Pihak keluarga Rusman melakukan saweran untuk memenuhi Permintaan Eko, kemudian uang yang terkumpul sebanyak sepuluh juta diserahkan kepada Eko Maranata Simbolon.

Namun anehnya selang sekira 3 hari setelah uang diterima, Eko Maranata Simbolon menghubungi pihak keluarga dan mengembalikan uang 10 juta yang telah diterimanya, Rusman pun meringkuk didalam penjara Medan Labuhan.

“dia minta 10 juta bang, namun setelah 3 hari uang tersebut dikembalikan “ ujar Aldi Simanjuntak yg selalu mendampingi bapa tuanya tersebut kepada pphe cyber news (10/3). Berdasarkan investigasi pphe cyber news, Eko Maranata diduga telah menerima uang sejumlah 30 juta dari seseorang agar Rusman dihukum tinggi.

Dugaan tersebut didukung oleh tingginya tuntutan JPU terhadap Rusman Simanjuntak. Pada persidangan Eko Maranata Simbolon selaku JPU dalam tuntutannya meminta agar Hakim PN Lubuk Pakam menghukum Rusman Simanjuntak selama 2 tahun penjara.Rusman beruntung karena Hakim yang menyidangkannya hanya menjatuhkan vonis selama 4 bulan penjara.

Rusman yang merasa dirinya hanya mencabut 3 batang pohon jagung melakukan perlawanan hingga ke Pengadilan Tinggi Medan.

Disinilah, perlakuan JPU Eko Maranata Simbolon mulai terkuak. Aldi didampingi temannya membeberkan perlakuan JPU kepada wartawan. Aldi mendatangi Pengadilan Tinggi Medan untuk meminta putusan hakim yang memutus Rusman Simanjuntak dengan hukuman 4 bulan 20 hari dengan 6 bulan masa percobaan.

Benar Karo Karo SH MH selaku Ketua majelis hakim Pengadilan tinggi Medan menjatuhkan pidana penjara selama 4 bulan 20 hari dengan masa percobaan 6 bulan. Kemudian majelis hakim mengatakan bahwa Pidana penjara tersebut tidak usah dijalankan kecuali dalam masa 6 bulan terakwa melakukan perbuatan yang dapat dipidana.

Tag: » Dipublikasikan : Maret 17th, 2015 under Hukum Dan Kriminal Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan