Medan pphe cyber news – Dugaan adanya aktor utama yang disembunyikan penyidik kejatisu terkait korupsi Alkes RSUD perdagangan sedikit mulai terkuak saat PN Medan kembali menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan saksi Jumat (5/5).

andrianto

Andrianto Saat Disidangkan Di PN Medan

Pasalnya 2 orang saksi yang dihadirkan JPU saat sidang lanjutan perkara korupsi alkes RSUD perdagangan tidak mengetahui siapa pengirim barang.

Saksi Desima Hutagaol selaku sekretaris pengadaan barang Alkes RSUD Perdagangan mengatakan kepada majelis hakim, bahwa ia tidak tahu siapa yang mengirim barang. Pernyataan yang sama juga dinyatakan oleh saksi Anita Efrida Hutapea selaku anggota pengadaan barang.

“Saya tidak tau siapa yang mengirim barang” ujar Desima. Desima dan Anita bahkan mengatakan tidak¬† melihat ada pengirim barang saat menandatangani berita acara penerimaan barang.

Kedua saksi juga mengatakan bahwa mereka disuruh PPK Jhon Erias Saragih untuk memeriksa apakah barang yang dikirim telah sesuai dengan spesifikasi. Malangnya saat ditanya majelis hakim kedua saksi tidak memahami sepesifikasi barang dan tidak mempunyai sertifikat pengadaan barang dan jasa. Kedua saksi hanya memeriksa jumlah barang sebanyak 40 unit dari 14 Item, tanpa melihat bentuk barang yang dikirim dan kemudian menandatanganin berita acara pengadaan barang.

Dalam sidang tersebut juga muncul nama Erickson yang diduga sebagai pengirim barang. Saat ditanyakan Penasehat hukum terdakwa, Yunus Timotheus SH dari kantor hukum IDAMAN, kedua saksi tidak mengenalnya.

Saat dikomfirmasi majelis hakim terkait keterangan kedua saksi, terdakwa Andrianto Direktur CV Global Sukses selaku pemenang tender pengadaan Alkes justru tidak mengakui telah melakukan pengiriman barang ke RSUD Perdagangan walaupun tandatangannya tercantum dalam berita acara penerimaan barang. Lantas siapa Erickson?

Sebelumnya tersiar kabar bahwa Efendi Direkrur CV Sumber Medica adalah aktor utama terkait Korupsi Alkes RSUD perdagangan namun sampai saat ini penyidik Kejaksaan tinggi Sumatera Utara hanya menetapkan Efendy sebagai saksi. Hal ini dibenarkan oleh Penasihat Hukum terdakwa  Andrianto SE .

” seharusnya Efendy itu ditangkap juga karena dialah aktor utama” ujarnya saat dikomfirmasi pphe cyber news usai persidangan.

Tag: » Dipublikasikan : Juni 5th, 2015 under Hukum Dan Kriminal, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan