Aceh Tamiang – pphe cyber news – Dinas syariat islam Kabupaten Aceh tamiang melakukan u’qubat ta’zir berupa hukum cambuk di depan umum kepada 7 orang penjudi. Hukum cambuk tersebut dilaksanakan di halaman Gedung Istana Karang kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang (27/03/2015).

7 Warga Aceh Tamiang Dicambuk Karena Berjudi

7 Warga Aceh Tamiang Dicambuk Karena Berjudi

Kepala kejaksaan negeri kabupaten aceh tamiang, Amir saat ditemui oleh pphe  cyber news menyatakan bahwa hukuman cambuk yang dilakukan kepada tujuh (7) tersangka  karena melanggar pasal 5 jo pasal 23 ayat (1) Qanun Provinsi Aceh No: 13 tahun 2003 tentang perjudian (maisir).

Mereka adalah  IR, MR, BBG, HR, SF, IY, UM . Seluruhnya adalah warga masyarakat Aceh Tamiang. Hukuman cambuk adalah merupakan salah satu amanah dari Qanun Aceh No: 13 tahun 2003 dan nomor : 7 tahun 2013 tentang jinayat dan maisir(perjudian).

” salah satunya kekuatan hukum qanun itu harus dilakukan dengan hukuman cambuk sesuai dengan tingkat perbuatannya”,ujar Amir.

Lebih lanjut Amir mengatakan bahwa ketujuh pelaku maisir/terdakwa telah dibebaskan usai menjalani masa tahanan beberapa bulan dan hukuman cambuk beberapa kali.

” cambukan di depan masyarakat umum yang dilakukan oleh Algojo”, Tegas Amir.

Hukuman ini bukan bermaksud untuk membuat malu para pelaku maisir atau terpidana. Namun semata-mata menjalankan amanat Qanun Aceh No: 7 dan Nomor : 13 tentang jinayat, dengan harapan sebagai cemeti bagi masyarakat aceh tamiang dalam melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

Pada kesempatan ini turut Hadir Wakil Bupati Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Tamiang, Unsur tokoh masyarakat, Kabupaten Aceh Tamiang,Ketua DPRK Aceh Tamiang berserta anggota, kepala Kejaksaan negeri kuala simpang,Danramil Kecamatan Karang Baru, Kepala pengadilan negeri kuala simpang, ketua MAA, Ketua MPD, KNPI, para undangan, insan Pers serta LSM.

Tag:, » Dipublikasikan : Maret 28th, 2015 under Hukum Dan Kriminal, Sumatera Utara Terkini Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan