Aceh Tamiang, pphe Cybernews – Dalam rangka meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai, Dinas Pertanian

Distanak Aceh Tamiang Sosialisasikan GP-PTT

Distanak Aceh Tamiang Sosialisasikan GP-PTT

dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Aceh Tamiang adakan Sosialisasi Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) padi, jagung dan kedelai.

Kegiatan yang dilangsungkan, Senin (16/3/2015) di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan PT. Tanindo Intertraco dan diikuti oleh kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Kepala Distanak Aceh Tamiang, Ir. Fuadi, Untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Pemerintah Propinsi Aceh menargetkan luas tanam padi adalah 37.337 ha dengan target produksi 170.228 ton/tahun, luas tanam kedelai 8306 ha dengan target produksi 12.854 ton/tahun dan luas tanam jagung 5804 ha dengan target produksi 23.140 ton/tahun.

Walaupun target yang diberikan cukup berat dikarenakan lahan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang saat ini adalah lahan tadah hujan, tetapi Fuadi yakin dengan perbaikan sistem pengairan serta upaya yang maksimal, maka, target tesebut akan dapat dicapai.

Kata Fuadi, salah satu cara untuk memenuhi target tersebut Distanak Aceh Tamiang baru-baru ini telah melakukan kerjasama dengan unsur TNI. Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan antara Menteri Pertanian dan Panglima TNI terkait Program Swasembada Pangan oleh pemerintah.

Sementara, Market Development Area Sumbagut PT. Tanindo Intertraco, Sadly Irawan, SP yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan kegiatan sosialisasi bertujuan agar petani dapat meningkatkan produksi tanaman padi, jagung dan kedelai.

Cara pengendalian gulma pada tanaman padi, jagung dan kedelai merupakan salah satu materi yang disampaikan. Sebab gulma merupaka penggangu yang dapat menurunkan hasil produksi pertanian. “Gulma dapat menurunkan produksi tanaman padi, jagung dan kedelai,” ujarnya.

Menurut Sadly, beberapa Herbisida dapat digunakan untuk mengendalikan gulma. Herbisida tersebut seperti Noxone 295 SL, Servoxone 276 dan Divaxone 243 SL.

Selain Sadly Irawan, SP, Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Distanak Aceh Tamiang, Fatimah Hanum, SP juga menjadi narasumber dalam kegiatan itu.

Tag: » Dipublikasikan : Maret 18th, 2015 under UKM Oleh redaksi | No Comments »

Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan