Laporan :Jay
Ribuan Aktivis Peringati Hari HAM Di Medan
Medan pphe-ri.com
Ribuan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat sipil Sumatera Utara memperingati hari HAM dunia dengan melakukan orasi di gedung DPRDSU Rabu (10/12). Mereka membwa poster poster yang menggambarkan buruknya penegakan HAM Di Indonesia. Salah satu poster yang dibawa demonstran adalah foto Alm Adi SH seorang pengacara yang dibunuh beberapa tahun lalu.
Para aktivis HAM tersebut dalam orasinya mengatakan, bahwa enam puluh tahun setelah deklarasi tentang HAM ditangani oleh sebagian besar Negara Negara di dunia termasuk Indonesia sejak tanggal 10 desember 1984. Namun kondisi penegakan dan penghormatan terhadap HAM di Indonesia masih jauh dari kata baik.
Menurut mereka masih banyak masyarakat di Dunia ini mengemis meminta apa yang sebenarnya hak mereka. Sementara disisi lain Negara melalui aparat keamanan dan pertahanan yakni TNI dan Polri secara berjamaah melakukan kekerasan, sehingga menyebabkan hak masyarakat baik politik, ekonomi, sosial dan budaya tercabik cabik.
Para demonstran meminta agar Indonesia memberikan perlindungan HAM secara serius dalam bidang sipil, politik dan ekonomi. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan antara lain, melaksanakan UU pokok Agraris tahun 1960 tentang reforma Agraria., mencabut peraturan bersama 4 Menteri, Melaksanakan TAP MPR No. 11 tahun 1998, Menghentikan kekerasan yang dilakukan aparatur Negara, menghapuskan perda No 4 tahun 2008 tentang penertiban anak jalanan, memberantas perbudakan terhadap perempuan dan anak anak, serta memberikan 5 % dari dana APBD untuk jaminan kesehatan rakyat miskin.
,br>
Ribuan aktivis tersebut bergabung dengan para buruh PT Unibis yang sejak satu bulan yang lalu menginap di DPRDSU untuk memperjuangkan nasibnya.





