Laporan :Kamil
Bila Hutan Tidak dilestarikan Sumut akan Tenggelam
Medan pphe-ri.com
Lembaga Pelestarian Alam & Lingkungan Hidup Indonesia ( DPW Lempalhi ) Sumut saat ini merasa cemas dan perihatin melihat kondisi hutan di Sumatera Utara. Bisa diperkirakan beberapa tahun kedepan Sumut akan “tenggelam” serta bencana banjir akan melanda beberapa daerah di Sumut. Kecemasan itu disampaikan Djunaidi Pasaribu ketua DPW Lempalhi Sumut bersama Muhammad Kamil korbid humas DPW Lempalhi Sumut pada pphe cyber news di Medan sabtu (29/11).
Keperihatin kita itu cukup beralasan ucap ketua DPW Lempalhi Sumut itu, menurut humanior lingkungan (miol 2005) data 60 % Hutan Mangrove di Sumatera utara rusak berat, sebanyak 60.007 dari 83.550 Ha hutan mangrove di Sumut rusak akibat perambahan tambak udang, penebangan untuk bahan baku arang bakau dan ekspansi daerah pemungkiman antara lain , kita lihat di kabupaten Langkat sebanyak 25.300 Ha yang rusak dari luas lahan 35.300 Ha. Apalagi di Kabupaten Asahan , Kabupaten Tanjung Balai sebanyak 12.900 Ha yang sudah rusak dari luas 14.400 Ha. Kabupaten Deli Serdang , Sedang bedagai 12.400 Ha yang rusak dari luas 14,400 Ha. Kabupaten Nias 650 Ha yang rusak dari luas 7.200 Ha. Kabupaten Labuhan batu 500 Ha yang rusak dari luas 1.700 Ha. Kabupaten Tapanuli Tengah 200 Ha yang rusak dari luas 1800 Ha.Kabupaten Madina 200 Ha yang rusak dari 2.900 Ha. Dan Medan 150 Ha yang rusak dari luas 250 Ha. Data itu tak jau berbeda dengan data di Bapelda Sumut dan Lempalhi Sumut telah survey, melihat dilapangan kondisi hutan di Sumut itu.
Hal Senada Juga dilontarkan Hj Wardati Nasution anggota DPRD Sumut, memang kondisi hutan di Sumut kalau kita mau jujur mengatakan cukup memprihatinkan bisa bisa kalau tidak diadakan penananan kembali ya sumut akan dilanda banjir dan tenggelam.
Lebih Lanjut Wardati mengatakan, saat ini ada program Gerakan reboisasi Nasional, sudah mulai dilaksanakan penanam pohon yang dipusatkan di Kabupaten Langkat. Ini langkah yang tetap dan harus berkelanjutan, diharapkan semua kepala derah harus pro aktip untuk mengawasi dan melaksanakan dengan serius program penanaman pohon ujar Wardati.
Bukan itu saja peran masyarakat sangat diharapkan untuk turut melaksanakan penghijauan, setidaknya menanam pohon di tempat tingggal masing-masing. “ Ingat Gundulnya Hutan Bencana pasti datang, “ Ucap Hj Wardati Nasution anggota DPRD Sumut Dari Fraksi Demokrat yang juga aktif di Lembaga Pelestarian Alam & lingkungan Hidup Indonesia ( DPW Lempalhi Sumut) dengan jabatan Wakil Ketua.
Selaku aktivis Lingkungan Hidup Hj.Wardati Nasution pada pemilu legislatif 2009 dicalonkan kembali menjadi caleg DPRD Sumut daerah pemilihan II Kabupaten Deliserdang dari Partai Barisan Nasional.





