Laporan :Laia
4 Perampok Gasak Perumahan Mewah Setiabudi Indah di Medan
Medan pphe Cyber News
4 orang perampok menggasak perumahan mewah Komplex Perumahan Taman Setiabudi Indah (Tasbi) di Medan Senin (1/3) sekitar pukul 11.00 Wib. Aksi perampokan dilakukan dengan modus mengantarkan paket kemudian menyekap para pemilik rumah. Akibat perampokan ini korban Herman Gani (50) warga Komplek Tasbi I Blok A mengalami kerugian ratusan juta.
Menurut Herman korban perampokan tersebut komplotan perampok mengendarai mobil jenis kijang berwarna hitam dan parkir didepan rumah korban di Komplek Tasbi I Blok AH. Selanjutnya, satu orang turun dengan membawa bungkusan berupa paket dan memanggil pembantu bernama Jawarni (45). Setelah dibukakan pintu, pembantu ditodong dengan pistol selanjutnya dua orang rekan pelaku turun sedangkan satu orang lagi menunggu di mobil.
Pelaku membekap mulut pembantu dan mengikat tangannya dengan kabel Tick dan diarahkan ke lantai II rumah untuk mencari barang barang berharga. Pada saat dilantai II para pelaku ketemu dengan Misnan (istri Herman Gani-red) dan mengikatnya dengan tali dan mulut dilakban. Secara bersamaan anak korban muncul dan diikat juga dengan tali yang selanjutnya dibawah ancaman pistol dipaksa untuk menunjukan tempat penyimpanan harta orang tuanya.
Sindikat perampokan tersebut berhasil menggasak perhiasan berlian, kalung, gelang emas seberat 100 gram, uang tunai sebanyak Rp 5 juta dan 6 unit ponsel bermacam merek dengan total kerugian senilai Rp 100 juta. "Rumah majikan saya dirampok disaat usai menyuci pakaian di lantai dua," kata Jawarni kepada wartawan. Dijelaskannya, pelaku yang melakukan aksi tersebut berpura pura hendak mengantarkan pesanan untuk majikan pembantu tersebut. Setelah didatangi oleh pembantu tersebut tiba-tiba menodongkan senpi.
"Saya terkejut saat membukakan gerbang pintu langsung ditodongkan senpi, dan kami yang hanya bertiga tidak bisa berteriak karena mulut disumpal," beber Jawarni. Sementara itu, Kapoltabes Medan Kompol Pol Imam Margono menuturkan, perampokan itu terjadi disaat pemilik rumah tidak ada di kediamannya itu, empat perampok yang menyatroni rumah korban itu dengan cara berpura pura mengantar paket parcel kepada pemilik rumah.
"Dari kejadian itu empat orang diperiksa sebagai saksi, dan dua dari karyawan Indomaret yang mengetahui empat pelaku yang membeli keperluan keluarga tersebut. Hingga kini pihak kita masih memburu pelaku tersebut yang kabur itu," Ujar Imam Margono yang didampingi Kapolsekta Medan sunggal AKP Faisal F Napitupulu dan Kanit Reskrim Iptu Anthony Simamora.
Kapoltabes menghimbau kepada masyarakat yang menerima pesanan paket baik bingkisan maupun papan bunga agar tidak melayani orang yang tidak dikenal tentunya untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus perampokan di Tasbi I. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di komplek Tasbi 1 Blok H H Pada tahun 2009 lalu, lima pelaku perampokan di pagi hari tersebut berhasil mengasak perhiasan dan uang senilai ratusan juta rupiah di rumah salah seorang pengusaha pupuk . (Laia)





