Laporan :Putra
Atasi Krisis Listrik Pemerintah Bangun Proyek Pembangkit Listrik 10.000 MW
Sibolga,pphe cyber news
Untuk mengatasi krisis listrik pemerintah berencana membangun proyek pembangkit listrik 10.000 mw.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan akan mengeluarkan peraturan presiden (Perpres) sebagai mewujudkan untuk mensejahterakan masyarakat. Hal itu diungkapkannya pada telekonfrens dalam meresmikan interkoneksinya jaringan listrik PLTU Banten dengan kapasitas 1 x 300 MW, dan PLTU Labuhan Angin, di Desa Tapian Nauli Kecamatan Labuhan Angin Kabupaten Tapteng Sibolga Provinsi Sumtera Utara sebesar 2 x 115 MW, Kamis (28/1).
" Pemerintah terus melanjutkan proyek pembangkit energi listrik 10.000 megawatt, hingga kebutuhan listrik untuk seluruh aspek, ekonomi dan kehidupan terpenuhi, ujar Presiden SBY saat teleconfren bersama Gubsu, pihak PT PLN dan rombongan muspida Plus dalam acara peresmian mesin pembangkit PLTU Labuhan UNit I Banten Jawa Barat sebesar 1x300 MW dan PLTU Labuhan Angin Kabupaten Tapteng Sibolga Provinsi Sumtera Utara sebesar 2 x 115 MW.
Sejak masa Soekarno hingga tahun 2005, jumlah energi listrik kita 25.000 MW. Jumlah itu jauh dari cukup. Karenanya, hingga tahun ke depan, grass progress 10.000 MW akan dilanjutkan, katanya. Salah satu program seratus hari kinerja kabinet bersatu adalah merampungkan program penyediaan 10.000 MW yang tertuang dalam Perpres seperti meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PTLU) Banten 1 x 300 MW dan PLTU Labuhan Angin 2 x 115 MW, ujarnya.
Direktur Operasional Indonesia Barat PT PLN (Persero), Muhammad Hari Jaja Pahlawan, menyatakan Pembangunan PLTU Labuhan Angin 2 x 115 MW merupakan komitmen pemerintah RI yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) untuk pelayanan energy listrik kepada seluruh masyarakat Indonesia sebagai perwujudan dari amanat UU No 15/1985 tentang kelistrikan. " Penyelesaian pengerjaan proyek 2x115 MW, hasil kerjasama dengan China Nasional Machinery dan equipment Import & Export Corporation (CMEC). Pengerjaan PLTU Labuhan Angin yang berada di area 54 hektar di Desa Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, menelan biaya Rp 2,31 triliun. Pengerjaan ini dibiayai dengan dana Loan China US$ 208.682.180 dan anggaran PLN Rp 232. 390.533, kata Hari.
GM PT PLN Pikitring Suar, Bintatar Hutabarat menyatakan dengan diselesaikannya pembangunan PLTU Labuhan Angin, maka kualitas tegangan di GI Sibolga dan sekitarnya akan lebih baik, dan pelayanan pelanggan semakin meningkat. Penyelesaian pembangunan ini diharapkan mampu mengurangi pusat konsentrasi pembangkit yang selama ini terpusat di pusat pembangkit di Belawan sekaligus memperbaiki aliran daya (load flow) sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara. Pembangunan pembangkit ini merupakan komitmen peningkatan pelayanan energi listrik bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, yang juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Gubsu H Syamsul Arifin SE, mengataan peresmian Proyek pembangkit PLTU Labuhan Angin telah lama diidam-idamkan masyarakat Sumut. Recana pembangunan pembangkit listrik di Sumut ditargetkan selesai 2010, diantaranya PLTA Asahan I berkapasitas 2x90 MW yan diresmikan Maret 2010. Bewikutnya, PLTP tahap II Kabupaten Karo berkapasitas 10 MW, PLTU Kuala Tanjung 2x125 MW, PLTU PAlu Merbau, Kabupaten Deliserdang 2x150 MW, PLTU Sumut di Langkat 2x2000 MW dan PLTP Sarulla I Kabupaten Taput 110 MW. " PLTU telah diresmikan dan itu termasuk bagian dari program penyediaan listrik nasional 10.000 MW yang dicanangkan Presid





