Medan pphe Cybernews – Tudingan Christian Orchad Peranginangin ketua umum SPBUN PTPN 3 terhadap adanya rekayasa dan campurtangan Managemen atas kisruhnya SPBUN telah terbukti menyusul dukungan dan kehadiran management PTPN 3 dalam acara Muslubserjatib SPBUN tandingan di sei kera. galang (21/2).

Sementara itu Herfrik Rianto humas PTPN 3  mengamini adanya kehadiran managemn pada acara Muslubserjatib SPBUN tandingan di sei kera.

” ada yang hadir, tapi tidak ada pernyataan yang penyatakan ini atau itu spbun yang sah, semua normatif, managemen hanya ingin spbun kondusif. itu saja” ujarnya.

SPBUN dibawah kepemimpinan Christian Orchad Peranginangin SH mengeluarkan statemen yang menyatakan bahwa merujuk pada hasil kegiatan Muslubserjatip (Musyawarah Luar Biasa Serikat Pekerja Perkebunan Tingkat Perusahaan) PTPN III (Persero) yang dilaksanakan di gedung Pamitran, Sei Karang, Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 21 Pebruari 2018 yang

Christian Orchad Peranginangin SH

Christian Orchad Peranginangin SH Ketua Umum SPBUN PTPN 3

dihadiri oleh unsur manajemen dari PTPN Holding dan SEVP PTPN III (Persero) beserta para kepala bagian, distrik manajer, manajer dan sejumlah pengurus SPBun PTPN III (Persero) yang mendukung Muslubserjatip pada tanggal 19 Februari 2018, maka dengan ini
dinyatakan bahwa hasil Muslubserjatip tanggal 21 Februari 2018 di Sei Karang tersebut DIDUGA ILEGAL/TIDAK SAH.

Pendapat tersebut berdasarkan hal hal berikut :
1) Bahwa pihak yang mengatasnamakan Muslubserjatip SPBun PTPN III yang terlaksana di Sei Karang, Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 21 Februari 2018 tidak memenuhi ketentuan AD/ART SPBun PTPN III pada pasal 21 ayat 2 yang mempersyaratkan bahwa Muslub baru dapat diadakan atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota SPBun PTPN III. Dalam kenyastaannya Muslubserjatip tanggal 21 Pebruari 2018 tetap mereka laksanaka terbukti dengan terpilihnya Sdr Tio Handoko, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian TI/TB PTPN III (Persero).

2) Bahwa permohonan pengajuan Muslub setelah memenuhi AD/ART wajib diberikan kepada Ketua Umum yang sah/legal untuk kemudian ditetapkan tanggal pelaksanaan Muslub, akan tetapi yang telah terjadi adalah adanya upaya pemaksaan kehendak melalui cara-cara yang tidak sesuai aturan/mekanisme
organisasi seperti beredarnya selebaran mosi tidak percaya diantara para pengurus basis dan anggota; adanya tekanan dan bujuk rayu dari oknum-oknum manajemen PTPN III (Persero) terhadap sejumlah pengurus SPBun PTPN III di tingkat basis-basis; adanya unjuk rasa yang dilakukan pada tanggal 19 Februari 2018 di depan halaman kantor SPBun PTPN III Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan melalui
pembacaan Mosi Tidak Percaya Pada Ketua Umum Christian Orchard perangin-angin yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan segala hal yang dapat dikategorikan sebagai persyaratan untuk mengadakan Muslubserjatip.

3) Adanya intervensi manajemen PTPN III dengan memberikan izin tertulis untuk pelaksanaan Muslubserjatip di Sei Karang, Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 21 Februari 2018 dan pemberian fasilitas kepada sekelompok individu yang mengatasnamakan Komite Penyelamatan Organisasi yang sama sekali tidak diatur mekanismenya di AD/ART SPBun PTPN III (Persero).

4) Proses dan hasil pemilihan ketua umum dimana dilakukan oleh KPO (Komite Penyelamatan Organisasi tersebut jelas cacat hukum karena tidak memiliki kewenangan mengadakan Muslubserjatip untuk melaksanakan pemilihan ketua umum
SPBun PTPN III berdasarkan mekanisme organisasi.

5) Pelantikan ketua dan para pengurus SPBun PTPN III (Persero) tanggal 21 Februari 2018 di Sei Karang, Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara tersebut tidak dilantik oleh pihak berwenang yakni Ketua Federasi SPBun PTPN karena tidak memenuhi AD/ART SPBun PTPN III yang berada dalam naungan Federasi SPBun PTPN.

6) Kehadiran jajaran manajemen puncak PTPN III Holding dalam hal ini Direktur SDM, Direktur Tanaman Tahunan dan khususnya pejabat SEVP SDM & Umum dan SEVP Produksi PTPN III (Persero) beserta seluruh distrik manajer, kepala bagian, manajer PTPN III (Persero) yang hadir di pelantikan SPBun PTPN III hasil Muslubserjatip tanggal 21 Februari 2018 tersebut menandakan adanya dukungan kongkrit dari manajemen puncak terhadap upaya disharmoni dan dis-integrasi berserikat di kalangan karyawan/pekerja di PTPN III (Persero). Adanya campur tangan atau
intervensi secara jelas telah melanggar UU No. 21 Tahun 2000 pasal 28 juncto 43
tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Chritian Orchard Perangin-angin mengatakan di kantor SPBun PTPN III (Persero) Jalan Sei
Batanghari No. 2 Medan,

“Saya mengharapkan kepada seluruh anggota SPBun PTPN III agar
tetap tenang dan bekerja sebagaimana biasa serta senantiasa konsisten menjaga kondusifitas di lingkungan kerja. Jangan terpancing berbuat anarki atas adanya tindakan intervensi manajemen puncak terhadap disharmoni yang sengaja diciptakan di antara para pekerja
dalam hal hal berserikat di PTPN III yang jelas-jelas telah melanggar hukum. Sebagai pimpinan organisasi buruh, kami telah mengambil sikap tegas dan menyiapkan berbagai langkah yang konstruktif berlandaskan aturan main yang berlaku di Indonesia, karena saya,
Christian Orchard Perangin-angin adalah ketua umum SPBun PTPN III yang sah berdasarkan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.”

Adapun Kronologis Terjadinya Muslubserjatip Terjadinya Muslubserjatip berdasarkan analisa dan evaluasi adalah sebagai berikut :

1. SPBun PTPN III sejak dikukuhkan pada tanggal 14 Januari 2017, sering mengkritisi kebijakan managemen PTPN III yang tidak berpihak kepada pekerja atau yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan tentang Ketenagakerjaan.

2. Keresahan managemen PTPN III tentang adanya tuntutan dari SPBun PTPN III terhadap perubahan premi tanaman Karet, Kelapa Sawit, Pengolahan Karet dan Pengolahan Kelapa Sawit.

3. Ketidaksepahaman managemen tentang Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode Tahun 2018-2019 dimana dalam seluruh pasal-pasal yang ada di PKB SPBun PTPN III tegas merujuk kepada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

4. Ketidaksenangan managemen atas dugaan perbuatan penggelapan uang perusahaan
senilai -/+ Rp 3,8 Milyar yang diduga dilakukan oleh Sdr. Sulistiawan SE, Kepala Bagian Keuangan PTPN III, SPBun meminta kepada managemen PTPN III (Persero) agar kasus tersebut segera dilimpahkan kepada Penegak Hukum sebagai bahan penyelesaiannya, dan meminta agar semua kasus dugaan yang sama yang berpotensi merugikan perusahaan dapat dilimpahkan ke pihak Penegak Hukum karena hal ini 3 bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan benar-benar bersih dan bebas dari unsur tindak pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, sekaligus sebagai wujud dukungan kepada kebijakan Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia. Pada rapat LKS Bipartit yang dilakukan oleh SPBun PTPN III tanggal 9 Februari 2018, dimana dalam rapat dengan manajemen tersebut yang telah meminta pendapat SPBun dan notulensi dituangkan dalam Risalah LKS Bipartit, namun hingga sekarang ini Risalah LKS Bipartit tersebut tidak juga diterbitkan oleh Pihak Managemen PTPN III.

Tag: » Dipublikasikan : Februari 23rd, 2018 under BUMN Oleh redaksi | 3 Comments »

3 Responses to “Terbukti. Managemen Ikut Rekayasa MUSLUB SPBun PTPN III”

  1. Tudodos berkata:

    Makanya ketua langsung aja di teruskan ke penegak hukum ,jangan tanggung segala basah mandi teerus

  2. Zul berkata:

    kalau managemnt dan direksi saja sudah curang, gimana mau bangun perusahaan. mengapa mereka takut sama bung peranginangin ? .. bung perangin2 mau majukan perusahaan.. loh knpa ga suka. pasti terkait kemampuan mereka nih…

  3. Alexander Ginting berkata:

    Saya sebagai Ketua umum Aliansi Peduli Indonesia, dan sebagai salah satu yang pernah tinggal di sei karang sangat menyayangkan hal ini, kami Aliansi Peduli Indonesia mempunyai misi “. Melawan segala pembodohan yang di lakukan oleh siapa dan fihak manapun terhadap rakyat Indonesia” siap membantu buruh atau pengurus SPBUN yang sah…


Selamat Datang Bos , Tolong dikomentari berita ini dengan sopan